Blogger Muda asal Singapura Minta Suaka Politik di AS

Human Rights Watch menyerukan kepada Amerika untuk mengabulkan permohonan suaka politik Yee, karena ia telah dilecehkan secara terus menerus oleh pemerintah Singapura.
Seorang blogger remaja dari Singapura telah mengajukan suaka politik di Amerika Serikat setelah pekan lalu ditangkap di bandar udara internasional O’Hare Chicago.

Juru bicara Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS Gail Montenegro hari Sabtu (24/12) mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa Amos Yee, 18, kini berada di tahanan federal sambil menunggu proses pengadilan imigrasi federal.

Yee ditangkap tanggal 16 Desember lalu dan kini berada di rumah tahanan McHenry Adult Correctional Facility, yang terletak beberapa jam dari Chicago.

Kuasa hukum Yee, Sandra Grossman, mengatakan Yee ditangkap karena memasuki wilayah Amerika dengan visa turis, meskipun ia berniat mengajukan suaka politik.

Human Rights Watch menyerukan kepada Amerika untuk mengabulkan permohonan suaka politik Yee, dengan mengatakan remaja itu telah dilecehkan secara terus menerus oleh pemerintah Singapura karena menyampaikan pandangannya tentang politik dan agama, serta mengkritisi pemimpin-pemimpin Singapura.

Blogger video itu pernah mengudarakan satu laporan yang penuh kata-kata kasar pada Maret laluoa, ketika negara itu sedang berduka karena meninggalnya mantan perdana menteri Lee Kuan Yew.

Pemerintah Singapura mengatakan video yang dibuat Yee itu mengolok-olok warga Kristen dan Muslim, dan menegaskan bahwa pemenjaraan Yee bertujuan untuk melestarikan harmonisasi agama dan ras.

Yee dipenjara dua kali tahun ini dengan tuduhan menghina warga Kristen dan Muslim lewat kegiatannya di dunia maya. Ia juga diperkirakan akan menjalani dinas militer wajib.


Grossman mengatakan remaja itu telah diwawancarai oleh seorang petugas suaka untuk menentukan apakah benar Yee menghadapi “ketakutan yang sebenarnya” atas pengadilan atau penyiksaan di Singapura. Yee kemudian dijadwalkan akan hadir dalam sidang pengadilan imigrasi, suatu proses yang bisa memakan waktu bertahun-tahun karena banyaknya pengajuan permohonan tersebut. voa

Ads

Rekomendasi Kami

Ads
Lihat Berita Lainnya