Malam Natal, Warga Korsel Berencana tetap Melakukan Unjuk Rasa

Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye sudah resmi dimakzulkan. Akan tetapi, warga masih belum puas. Mereka ingin perempuan berusia 64 tahun itu dilengserkan dari jabatannya secara permanen. Keinginan tersebut rencananya disuarakan melalui demonstrasi besar-besaran.

Jutaan orang telah turun ke jalan hampir di setiap akhir pekan sepanjang November 2016. Demonstrasi itu mendorong Parlemen Korsel melakukan voting untuk memakzulkan Presiden Park. Akan tetapi, keputusan akhir berada di tangan Mahkamah Konstitusi (MK) Korsel.

Dibutuhkan waktu hingga enam bulan lamanya bagi MK untuk memutuskan apakah Presiden Park harus mengundurkan diri secara permanen atau dapat menjabat lagi. Semua wewenangnya sebagai presiden ditangguhkan selama enam bulan. Tampuk kepemimpinan untuk sementara waktu dipegang oleh Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn.

Seperti dimuat Belfast Telegraph, Sabtu (24/12/2016), organisator demonstrasi yakin unjuk rasa yang dilakukan bertepatan dengan malam Natal itu akan berlangsung damai. Di saat bersamaan, para pendukung Presiden Park juga akan mengadakan unjuk rasa di Seoul, tidak jauh dari unjuk rasa kalangan oposisi. Dikhawatirkan terjadi bentrok antara keduanya hingga memunculkan ketegangan.

Unjuk rasa tersebut dilakukan setelah tim penyelidik memperluas penyelidikan terhadap kasus korupsi yang melibatkan Presiden Park Geun-hye. Tim penyidik sudah menyerahkan hasil penyelidikannya kepada Jaksa Khusus Park Young-soo yang timnya akan memanggil Choi Soon-sil untuk dimintai keterangan tambahan.


Sebagaimana diberitakan, perempuan presiden Negeri Ginseng itu diyakini berkolusi dengan rekan dekatnya Choi Soon-sil untuk menyelewengkan dana dari sejumlah perusahaan besar Korsel. Kedekatan dengan Park diduga dimanfaatkan Soon-sil untuk mendesak perusahaan tersebut memberikan dana. Hubungan dekat itu juga dimanfaatkan untuk mendikte pemerintahan. okezone

Ads

Rekomendasi Kami

Ads
Lihat Berita Lainnya