Inilah Tradisi Unik di Bolivia Adu Pukul

Mengenal Tinku, suatu hari perayaan masyarakat Bolivia Aymara untuk mendatangkan hasil panen yang melimpah. Dalam Tradisi Unik Tinku para peserta diperbolehkan untuk saling pukul dan adu jotos. Festival Unik Tinku ini memuji Pachamama yang berarti semakin banyak darah dari luka para peserta yang berkelahi maka semakin besar harapan akan panen yang subur dan melimpah para petani di Bolivia.


Inilah Tradisi Unik di Bolivia Adu Pukul

Tradisi Menyeramkan ini pun sudah beberapa kali memakan korban jiwa yang meninggal. Aneh nya, ini dianggap sebagai pengorbanan untuk membuat dan menumbuhkan tanah menjadi lebih subur.
Inilah Tradisi Unik di Bolivia Adu Pukul


Sebelum Acara Ritual Pertempuran Fisik di mulai para pria dan wanita dari berbagai komunitas desa akan bertemu dan memulainya dengan perayaan menari terlebih dahulu. Mereka akan membentuk lingkaran besar sambil bersama menari- nari, kemudian akan tampil dua pria yang maju ke tengah-tengah lingkaran untuk memulai perkelahian dan dilanjutkan dengan peserta berikutnya baik pria ataupun wanita.


Tinku, sebuah Keunikan Tradisi peninggalan para budak  Era Qonquistador Spanyol, dimana para budak sangat mencintai untuk menari bersama-sama sambil diantara mereka berkelahi tapi tidak pernah benar-benar berniat saling menyakiti. Tinku dilakukan antar masyarakat berbeda wilayah biasanya tradisi ini masih sering dilakukan di kota-kota kecil Bolivia seperti Macha dan Pocoata. Perayaan ini dilangsungkan sangat meriah dan dihadiri oleh para pria dan wanita, bahkan anak-anak kecil juga diperbolehkan untuk ikut menonton.

Tinku Dance, Ritual Tarian sebelum Pertempuran Fisik Tinku Dimulai


Inilah Tradisi Unik di Bolivia Adu Pukul

Tak ada aturan yang jelas dalam perkelahian ini, para peserta adu jotos Tinku terkadang akan menggenggam batu dalam tangan mereka agar pukulan dapat memiliki kekuatan yang lebih besar.


Inilah Tradisi Unik di Bolivia Adu Pukul

Bahkan banyak para peserta dari Pria yang membungkus kepalan tangan mereka dengan kain yang didalamnya terdapat pecahan-pecahan kaca. Acara Tinku ini biasanya dilakukan selama tiga hari dan hari ke tiga menjadi puncak perkelahian paling kejam. Para polisi akan selalu berjaga agar tidak terjadi korban jiwa dalam pertandingan baik dari peserta pria maupun wanita.  

Baca Juga:

Ads

Rekomendasi Kami

Ads
Lihat Berita Lainnya