Pesawat Hawk Aceh Latihan Pakai Rudal Maverick

Lima unit pesawat tempur jenis Hawk 100/200 dari Skuadron 12 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, menggelar latihan tempur di Aceh
Foto: Agus Setyadi/detikcom

Banda Aceh - Lima unit pesawat tempur jenis Hawk 100/200 dari Skuadron 12 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, menggelar latihan tempur di Aceh. Mereka menggunakan rudal maverick selama latihan dan patroli udara.

Pantauan detikcom, lima pesawat jenis Hawk ini take off dari Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Senin (20/2/2017). Setelah berputar-putar di udara Tanah Rencong sekitar 45 menit, pesawat ini kembali ke Lanud.

Lima unit pesawat tempur jenis Hawk 100/200 dari Skuadron 12 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, menggelar latihan tempur di Aceh
Foto: Agus Setyadi/detikcom

Pada sesi pertama, ada tiga pesawat yang terbang disusul dua pesawat lainnya. Kelima pesawat ini terbang pada ketinggian 6 ribu kaki. Lokasinya 15 mil dari Lanud SIM di sisi barat dan timur.

Lima unit pesawat tempur jenis Hawk 100/200 dari Skuadron 12 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, menggelar latihan tempur di Aceh
Foto: Agus Setyadi/detikcom

Komandan Skuadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Letkol Pnb Dedy Suprianto mengatakan, latihan maverick ini digelar untuk melatih pilot menembak dari udara ke darat dengan menggunakan rudal kendali. Selain itu mereka juga menggelar operasi udara di langit Aceh.

"Rudal maverick ini dipakai untuk menembak dari udara ke darat. Sasarannya di darat bisa apa saja baik itu tank, kapal atau target-target strategis lainnya," kata Dedy kepada wartawan sebelum terbang.

Lima unit pesawat tempur jenis Hawk 100/200 dari Skuadron 12 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, menggelar latihan tempur di Aceh
Foto: Agus Setyadi/detikcom

Dalam sehari, kelima pesawat dari Skuadron Udara 12 'Black Panther' ini terbang beberapa kali. Suara gemuruh terdengar saat pesawat melintas. Rencananya, latihan ini akan berlangsung hingga Kamis (23/2) mendatang.

"Kalau untuk patroli udara kita melaksanakan patroli dengan misi berbeda. Patroli udara kita melihat wilayah kita dari udara perlu tidaknya melakukan penembakan itu tergantung perintah atasan," jelas Dedy.
(idh/fdn) 
Sumber: https://news.detik.com/

Baca Juga:

Rekomendasi Kami

Ads
Lihat Berita Lainnya