Ratusan Mata-mata Halangi Warga Korut yang Ingin Membelot

Empat orang yang kini masih buron tersebut diduga mata-mata dari Korut yang beroperasi di Malaysia.
Kim Jong Un, putra Kim Jong-il. (Foto: Reuters/KCNA)
Pembunuhan Kim Jong Nam diduga merupakan aksi mata-mata Korea Utara suruhan Kim Jong Un.
Dua perempuan yang diduga menjadi pembunuh Jong Nam, Siti Aisyah dari Indonesia dan Doan Thi Huong dari Vietnam, mengaku hanya menjadi suruhan dari empat laki-laki yang menjebak keduanya untuk membunuh Jong Nam.

Empat orang yang kini masih buron tersebut diduga mata-mata dari Korut yang beroperasi di Malaysia. Aksi mata-mata yang mencegah pembelot dari Korut merupakan hal yang sudah biasa terjadi.

Empat orang yang kini masih buron tersebut diduga mata-mata dari Korut yang beroperasi di Malaysia.
Kim Jong Nam. (Foto: Facebook/Kim Chol)
Hal tersebut diungkapkan oleh bekas pejabat keamanan Korea Utara bernama Kang Myong Do yang kini membelot dan tinggal di Amerika Serikat.

Ia menyatakan bahwa Korea Utara telah menyebar 300 pejabat keamanan yang menyamar menjadi orang biasa di negara-negara di seluruh dunia.

Seperti dilansir Washington Times, pejabat keamanan tersebut disebar untuk memata-matai personel pemerintah dan warga Korea Utara yang berada di luar negeri. Tujuannya adalah, mencegah orang-orang tersebut menyeberang dan berkhianat dari Korea Utara.

Pejabat keamanan yang disebar itu berada di bawah komando Kementerian Keamanan Negara (KKN) Korut.

Empat orang yang kini masih buron tersebut diduga mata-mata dari Korut yang beroperasi di Malaysia.
Kim Jong Nam. (Foto: Reuters/Kyodo)
Orang-orang KKN tersebut terlibat dalam banyak pelanggaran HAM ketika melakukan pengawasan diplomat dan puluhan ribu pekerja Korut yang berada di luar negeri untuk memperoleh devisa bagi rezim Kim Jong Un.

Myong Do menyebut bahwa pejabat KKN yang disebar di luar negeri kerap menculik dan menyiksa orang-orang Korea Utara yang mencoba membelot dari Korut.

Salah satu kasusnya terjadi di Perancis, di mana seorang pelajar asal Korut bernama Han, diculik oleh mata-mata KKN.

Empat orang yang kini masih buron tersebut diduga mata-mata dari Korut yang beroperasi di Malaysia.
Saudara tiri Kim Jong Un, Kim Jong Nam. (Foto: Facebook/Kim Chol)

Pada November 2014, Han mencoba untuk kabur usai keluarganya dieksekusi mati oleh pemerintah Korut. Namun, sebelum dia sempat membelot dan kabur, mata-mata dari KKN telah menculik dan mengirimkannya paksa ke Korea Utara. Untung saja, ketika proses pengembalian ke Korut tersebut Han berhasil lolos.

Kasus lain terjadi di Eropa dua tahun lalu, di mana seorang anak diplomat berusaha diculik untuk dikembalikan ke Korut. Meski usaha tersebut juga gagal, Myong Do menyebutkan bahwa sudah banyak orang lain yang berhasil dikembalikan ke Korut dan dikirim ke penjara untuk seumur hidup melakukan kerja paksa.

Aksi mata-mata KKN tersebut diduga kembali terjadi dalam kematian Jong Nam. Telah menjadi rahasia umum bahwa Kim Jong Un tidak menyukai sepak terjang kakaknya yang ‘kapitalis’ dan tidak sesuai dengan nilai-nilai rezim kekuasannya.

Empat orang yang kini masih buron tersebut diduga mata-mata dari Korut yang beroperasi di Malaysia.
Kim Jong Il (Foto: Wikimedia Commons)
Hubungan keduanya pun tak begitu mulus, diketahui dalam buku My Father, Kim Jong-Il, and Me, bahwa Jong Nam lebih dipilih oleh ayahnya untuk menjadi pemimpin kekuasaan Korut ketimbang adiknya, Kim Jong Un. Jong Nam juga pernah mengirim surat kepada Jong Un yang isinya memohon agar dirinya tidak dibunuh.

Sumber Link
https://kumparan.com/tio/ratusan-mata-mata-halangi-warga-korut-yang-ingin-membelot

Baca Juga:

Rekomendasi Kami

Ads
Lihat Berita Lainnya