PELAJAR SERBU POLRES JAKARTA TIMUR

http://poskotanews.com/2017/03/31/pelajar-serbu-polres-jakarta-timur/


JAKARTA (Pos Kota) – Puluhan pelajar dari seluruh sekolah di Jakarta Timur berbondong-bondong mendatangi kantor Polres Jakarta Timur, Jumat (31/3/2017). Mereka mendaftar untuk menjadi anggota kepolisian.
Photo PoskotaNews
JAKARTA (Pos Kota) – Puluhan pelajar dari seluruh sekolah di Jakarta Timur berbondong-bondong mendatangi kantor Polres Jakarta Timur, Jumat (31/3/2017). Mereka mendaftar untuk menjadi anggota kepolisian.

eorang di antaranya Oktarina Putri. Anak muda 18 tahun ini serius mengisi formulir dan membacanya dengan seksama. Beberapa meja ia sambangi untuk cek kelengkapan. Tinggi dan berat badannya juga diperiksa sebagai sebagai syarat awal untuk menjadi seorang polisi wanita.

Menurut Putri, upaya untuk mendaftar sebagai anggota polisi, atas kemauan dirinya. Pasalnya, sang ayah yang juga merupakan petugas kepolisian, yang mendorongnya untuk meneruskan jejak keluarganya. “Dari kakek sampai orangtua saya polisi semua, makanya saya juga mau masuk polisi,” katanya.

Atas semua itu, ia pun berharap dapat dengan mudah agar dapat dengan mudah lolos dalam semua tes. Berbagai persiapan pun sudah dilakukan bahkan mencari bocoran dengan menggali cerita dari orangtua maupun rekan-rekan lainnya. “Ini sudah cita-cita saya untuk mengabdi kepada negara, mudah-mudahan semua dimudahkan dan dilancarkan, aamiin,” katanya.

Kepala Bagian Sumber Daya Polres Jakarta Timur, AKBP SE Budiyati, mengatakan antusias siswa yang mendaftar untuk menjadi anggota kepolisian dari wilayah Jakarta Timur terbilang sangat tinggi. Pasalnya, sejak dibuka pekan lalu, hingga kini sudah mencapai 235 siswa yang mendaftar. “Angka ini pasti akan bertambah lagi mengingat pendaftaran masih menyisakan dua pekan lagi,” ujarnya.

Dikatakan Budiyati, pendaftar yang dibuka untuk Bintara dan akademi kepoliaian. Sementara Bintara, disiapkan tiga tempat seperti tugas umum, bagian IT dan bagian musik. “Saat ini baru dibuka pendaftaran dengan memenuhi semua kelengkapan administrasi. Selanjutnya baru dilakukan tes dan dikirim dari wilayah Jakarta Timur,” ungkapnya.

Budiyati memperkirakan jumlah pendaftar akan meningkat. Pasalnya pada tahun lalu, ada 1.800 siswa se-Jakarta Timur yang melakukan pendaftaran. “Namun dari semua yang mendaftar, yang lolos hanya 160 siswa,” tukasnya. (ifand/yp)

Topik Terkait: