Korban Serangan Kimia di Suriah

https://news.detik.com/internasional/d-3466175/korban-serangan-kimia-di-suriah-alami-gejala-terpapar-gas-saraf

Novi Christiastuti - detikNews
Korban Serangan Kimia di Suriah Alami Gejala Terpapar Gas Saraf Korban serangan kimia di Suriah (REUTERS/Ammar Abdullah)

DetikNews.com (Damaskus) - Para korban serangan kimia di Suriah dilaporkan mengalami gejala-gejala yang konsisten dengan paparan gas saraf. Penggunaan senjata kimia dalam konflik Suriah tengah menjadi sorotan dunia.

Serangan kimia yang terjadi di kota Shan Sheikhun, Provinsi Idlib, pada Selasa (4/4) waktu setempat dilaporkan menewaskan 72 orang, termasuk 20 anak-anak. Puluhan orang lainnya mengalami gangguan pernapasan dan gejala keracunan seperti muntah, pingsan dan berbusa di mulut.

"Beberapa kasus menunjukkan pertanda tambahan yang konsisten dengan paparan kimia organophosphorus, kategori zat kimia yang termasuk gas saraf," demikian pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dilansir Reuters, Rabu (5/4/2017).

Amerika Serikat (AS) menyebut para korban tewas terkena gas saraf sarin yang dijatuhkan pesawat tempur rezim Suriah. Sedangkan Rusia metakini bahwa paparan kimia itu berasal dari kebocoran gas dari sebuah gudang senjata kimia milik kelompok pemberontak yang terkena serangan udara rezim Suriah.

Sarin merupakan senyawa organophosphorus dan sebuah gas saraf. Gas mustard dan klorin, yang diyakini pernah digunakan sebelumnya di Suriah, bukan merupakan gas saraf. Paparan gas saraf mengganggu mekanisme saraf pada tubuh manusia.

Kementerian Pertahanan Rusia, dalam pernyataannya, tidak menyebut zat kimia jenis apa yang digunakan dalam serangan di Idlib. Namun mereka menyatakan kelompok pemberontak Suriah telah menggunakan senjata kimia yang sama di Aleppo, tahun lalu.

Dalam pernyataannya, WHO menyatakan kemungkinan besar senjata kimia sejenis itu digunakan dalam serangan di Idlib karena para korbannya tidak menderita luka eksternal dan beberapa tewas dengan berbagai gejala serupa, termasuk gangguan pernapasan akut.

WHO menyebut, para pakarnya di Turki terus memberikan panduan bagi para pekerja medis di Idlib yang kewalahan. Mereka membantu diagnosis dan perawatan korban. Obat-obatan seperti Antropine, penangkal paparan kimia dan steroid untuk perawatan gejala-gejala yang terjadi, telah dikirim ke Idlib.

Komisi Penyelidikan PBB untuk HAM di Suriah sebelumnya menyebut pasukan loyalis Presiden Bashar al-Assad pernah menggunakan gas klorin mematikan dalam beberapa serangannya. Kemudian pada Agustus 2013 lalu, ratusan warga sipil tewas akibat serangan gas sarin di Ghouta, pinggiran Damaskus. Rezim Assad selalu menyangkal bertanggung jawab atas serangan semacam itu.
(nvc/fjp)

Topik Terkait:

Rekomendasi Kami

Ads
Lihat Berita Lainnya