Siswa SDN 20 Nanga Semalam Berjuang Demi Ilmu Lintasi Hutan

Joni, seorang siswa kelas tiga, SD Negri 20 Nanga Semalam, Dusun Resak Balai, Desa Merbang, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau tampak lincah berlarian bersama
SEKADAU.COM (Belitang Hilir) - Joni, seorang siswa kelas tiga, SD Negri 20 Nanga Semalam, Dusun Resak Balai, Desa Merbang, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau tampak lincah berlarian bersama puluhan teman sebaya dari kelas satu hingga empat di jembatan kayu yang dibuat ala kadarnya oleh warga dusun Enteras, Desa Sungai Ayak, Kecamatan Belitang Hilir.

Dua daerah yang berdekatan itu hanya terpisah oleh anak sungai kecil. Saban hari kaki-kaki kecil siswa/i setempat berlarian pergi dan pulang sekolah, namun langkah kaki itu terhenti tak kala musim banjir tiba, karena mereka harus diantar oleh orang tua karena tidak mungkin membiarkan anak-anak kecil itu mendayung sampan melawan arus saat pulang sekolah.

Sangat membahayakan jiwan anak penerus Bangsa mana lagi lewat hutan sepi 6 kg dari perkampungan warga saat beberapa awak media kelapagan lasung melihat nya pas hari sabtu tgl 8/4/2017 ke daerah nya jon.

"Ya setiap hari kami berlari. Pakai sandal saja karena tak ada perintah guru pakai sepatu. Lagi pula di rumah pun tidak ada sepatu," ujar Joni mewakili teman-temannya yang dijumpai kala pulang sekolah.awak media saat pulang melalui hutan dan jembatan yang ala kadarnya dibuat warga,

Joni, seorang siswa kelas tiga, SD Negri 20 Nanga Semalam, Dusun Resak Balai, Desa Merbang, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau tampak lincah berlarian bersama Kaki-kaki kecil itu lincah menari dititian kayu bulat tanpa rasa takut terjatuh atapun tergelincir karena kulit kayu perlahan terkelupas dan menjadi licin sering dilintasi.

"Kalau besar mau jadi dokter. Saat berbicang dengan awak media, watuk mau pulang ke rumahnya tapi Ya harus sekolah, nanti kalau sudah naik kelas lima musti pindah karena kelas disini cuma kelas empat saja," lanjutnya kata joni saat ditanya

Sementara itu, Kadus Enteras, Radimin mengatakan, kami sudah dua kali melakukan hibah tanah untuk pembangunan sekolah disini. Banyak faktor dan alasan lainnya membuat kami merasa perlu sekolah berada di tengah kampung ini. Sekarang yang saya tahu, warga kami disini yang bersekolah pada jenjang pendidikan tingkat SMA saat ini cuma satu orang, begitu juga dengan SMP pun satu orang.

"Kalau anak kelas enam yang sekolah dari sini ada 6 orang di pasar ( sungai ayak ). Karena apa, karena ada yang malu karena usia sudah terlalu tua, waktu masuk SD disini dulu selain usia cukup, anak-anak juga dituntut bisa berenang. Karena faktor alam dan seperti dilihat tadi begitulah kondisi alam disini," paparnya.

Kita mohon lah kepada pihak yang berkompeten, lanjut Bujek sapaan akrabnya Kadus,
agar kiranya memperhatikan nasib kita disini. Kita minta sekolah, karena cara mencerdaskan bangsa itu tak lain hanya sekolah. Memang beberapa waktu lalu ada yang datang untuk melihat lokasi sekolah, kita berharap tidak hanya melihat tapi merealisasikan sekolah tersebut.

"Lahan yang dibebaskan untuk sekolah sudah kita siapkan, karena ini harapan kita bersama," tutupnya kepada awak media saat ke rumah di Dusun Enteras kampung Sei-ayak dua Kalimatan barat .

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau, Djemain Burhan mengatakan USB ( unit sekolah baru ), di Enteras sudah diusulkan," jawabnya singkat(mus)

Topik Terkait:

Rekomendasi Kami

Ads
Lihat Berita Lainnya