Pelepasan Praktik Lapangan II Praja IPDN Kampus Kalbar

SEKADAU – Penutupan kegiatan pelepasan praktek lapangan (PL) II, Satuan Madya Praja angkatan XXVI IPDN Kampus Kalimantan Barat dilakukan oleh Wakil Bupati Sekadau di halaman Betang Youth Center, Jalan Panglima Naga, Kota Sekadau Wabup: Perlu Pembakalan Sehingga Lahir Pemimpin yang Mumpuni

SEKADAU – Penutupan kegiatan pelepasan praktek lapangan (PL) II, Satuan Madya Praja angkatan XXVI IPDN Kampus Kalimantan Barat dilakukan oleh Wakil Bupati Sekadau di halaman Betang Youth Center, Jalan Panglima Naga, Kota Sekadau, Rabu (5/4)  . Banyak hal yang dilakukan para praja selama melaksanakan program mulai dari program kemasyarakat, pemerintahan hingga memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai penggunaan IT.

SEKADAU – Penutupan kegiatan pelepasan praktek lapangan (PL) II, Satuan Madya Praja angkatan XXVI IPDN Kampus Kalimantan Barat dilakukan oleh Wakil Bupati Sekadau di halaman Betang Youth Center, Jalan Panglima Naga, Kota Sekadau Orang nomor dua dikabupaten sekadau ini menyampaikan rasa bahagia dan bangganya. Sebab, kata dia, praktik itu merupakan langkah penting dari pendidikan utnuk para praja melanjutkan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara. Ia mengatakan, kendati kegiatan praktik lapangan itu telah selesai, diharapkan kerjasama yang terjalin dengan baik antara pemda Sekadau dengan IPDN Kampus Kalimantan Barat terus dipertahankan dan berlanjut.

“Mengingat dalam nota kesepahaman yang telah ditandatangani, dimana Kabupaten Sekadau sebagai tempat praktik lapangan bagi praja IPDN,” ujarnya.

“Ini tentunya menjadi peluang kerjasama yang baik demi mewujudkan visi misi kami, untuk menjadikan Kabupaten Sekadau maju, mandiri dan berdaya saing,” sambungnya.

Aloy mengatakan, para praja sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Dikatakan dia, hal itu dibuktikan dengan tidak adanya keluhan atau laporan negatif yang disampaikan selama para praja melaksanakan praktik lapangan.

“Praja adalah calon pemimpin dimasa depan. Untuk itu diperlukan pembekalan sedari awal sehingga lahir pemimpin yang mumpuni,” ucapnya.

SEKADAU – Penutupan kegiatan pelepasan praktek lapangan (PL) II, Satuan Madya Praja angkatan XXVI IPDN Kampus Kalimantan Barat dilakukan oleh Wakil Bupati Sekadau di halaman Betang Youth Center, Jalan Panglima Naga, Kota Sekadau Sementara itu, Kepala Satuan Latihan Kabupaten PL II Kab Sekadau Dedy Suhendi mengatakan, selama hampir sebulan para praja disebar di lima kecamatan di Kabupaten Sekadau. Para praja tersebut disebar di Kecamatan Nanga Mahap, Nanga Taman, Sekadau Hulu, Sekadau Hilir dan Belitang Hilir.

“Kami melakukan praktik lapangan, dibidang kemasyarakat, pemerintahan hingga mengadakan pelatihan membuat email atau website,” ujarnya singkat.

Hal senada juga diungkapkan, Pembimbing Teknis PL II di Kecamatan Nanga Mahap Abdul Rahman mengatakan, ada banyak program yang dilaksanakan para praja selama melaksanakan praktik lapangan. Bahkan, kata dia, dari program tersebut yang berjalan sangat baik adalah memberikan pemahaman kepada siswa yang ada di Kecamatan Nanga Taman mengenai IPDN.

“Untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, memerlukan kemampuan IT membuat email atau website karena kedepannya melanjutkan ke perguruan tinggi dan melamar pekerjaan serba online. Kami pun menyambut kesempatan itu untuk memberikan pemaham tak hanya siswa tapi juga para orang tua,” jelasnya.

Ia tak menampik masih adanya kesan dari masyarakat mengenai ada yang beranggapan IPDN ada kekerasan. Selain itu, kata dia, anggapan lain adalah untuk masuk ke IPDN adalah orang-orang tertentu yang memiliki uang besar.

“Ini tantangan kami untuk menjelaskan kepada masyarakat, membalik pernyataan yang salah itu. Kami tegaskan tidak ada kekerasan, masuk kesana tidak ada menggunakan uang yang besar, masuk IPDN gratis yang penting pintar dan sehat dan menguasai IT,” tegasnya.

Apalagi, kata dia, banyak siswa yang sulit akses internet sehingga kami bisa fasilitasi dengan membantu pendaftaran online. Khsusus di Kecamatan Nanga Mahap, kata dia, sudah ada 25 siswa yang sudah terdaftar secara online di IPDN.

“Kami juga membuat pelatihan SOP bagi aparatur kecamatan, sehingga mereka bisa membuat SOP kedepan minimal sedikit demi sedikit secara administratif ada SOPnya. Kami memberikan keuangan bagi aparatur desa hingga mengekspos potensi-potensi yang ada di Kecamatan Nanga Mahap serta membuat patok batas desa,” pungkasnya. (mus)

Topik Terkait:

Rekomendasi Kami

Ads
Lihat Berita Lainnya