Forkompinda Himbau Masyarakat Bijak Gunakan Tehnologi dan Tak Terprovokasi Isu

SEKADAU, Ketertiban - Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sekadau, Selasa (23/5/2017) pagi mengadakan coffe morning bersama unsur Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkompinda) dan sejumlah pengurus organisasi kemasyarakatan.

Forkompinda Himbau Masyarakat Bijak Gunakan Tehnologi dan Tak Terprovokasi Isu
Kegiatan kemas dalam Dialog Lintas Agama dan dihadiri sejumlah pemuka agama serta ketua organisasi kemasyarakatan dengan tema " Dengan Semangat Dialog Lintas Agama,kita jalin Persatuan dan Kesatuan untuk Terwujudnya Toleransi,Nasionalisme dan Kebhinekaan"

Bupati Sekadau diwakili Haswen Saragi, Kepala Kesbang Pol Sekadau menyampaikan bahwa dengan situasi akhir-akhir ini baik skala Nasional maupun Kalimantan Barat, Kabupaten.Sekadau termasuk yang kondusif.

" Pesan dari Bupati agar masyarakat tidak terprovokasi dan terpecah belah oleh isu serta informasi yang dapat merusak tatanan kehidupan dimasyarakat," ujar Aswen

ia menjelaskan, pihaknya  memiliki program-program seperti Kominda,forum kewaspadaan dini maayarakat,yang difungsikan untuk mendeteksi potensi konflik serta pengawasan terhadap orang asing.

sesangkan program lainya di Kesbang adalah wawasan kebangsaan dan pendidikan politik bagi masyarakat dan pembinaan partai politik.

" Peran tokoh agama dan masyatakat sangat vital dalam menangkal dan memberikan pemahaman kepada masyarakat serta umat agar tidak terprovokasi oleh isu serta berta hoax yang dapat menimbulkan konflik global," papar Aswen.

Ditempat yang sama,Kemenang Sekadau,Dorohman menyampaikan ucapan selamat menyambut bulan ramadhan kepada umat muslim yang akan menjalankan Ibadah puasa.

" saya minta  kepada seluruh umat di kabupaten Sekadau untuk tetap menjaga kerukunan umat bergama dan antar umat beragama serta toleransi dalam beragama," tegas Dorohman.

dijelskan ia, pada bulan Ramadhan, manusia diuji untuk bersabar dan saling menghormati antara satu dengan lainya baik yang menjalankan ibadah puasa maupun yang tidak berpuasa.

Menyikapi kondisi akhir-akhir ini dimana mengarah pada Disontegrasi Bangsa dari Konflik sosial,agama dan Sara, Dorohman menyarankan agar harus disadari disebakan beberapa faktor seperti menipisnya keimanan dimasyarakat.

" termasuk perubahan kondisi sosial,ekonomi dan politik dimasyarakat serta informasi hoax," ulasnya.

untuk itu,ia menghimbau kepada seluruh masyarakat beragama di Sekadau untuk saling menjaga situasi kondusif dan tidak membuat gejolak dan menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI.

" Semua lapisan masyarakat harus siap bersatu dalam perbedaan dalam kemajemukan dimasyarakat.selain itu persoalan idiologi negara dimana Indonesia mengunakan sebagai pancasila sebagai Idiologi agar tidak dibahas karena sudah menjadi ketetapan Negara," papar mantan Kemenag Kapuas Hulu itu.(Nie/Bdi/Mus)


Topik Terkait:


#Forkompinda #Isu Sara #Hukum & Ketertiban

Rekomendasi Kami

Ads
Lihat Berita Lainnya