Gagalnya Perundingan Filipina dan Pemberontak Komunis

Gagalnya Perundingan Filipina dan Pemberontak Komunis
FILIPINA,- Perundingan damai antara pemerintah Filipina dan pemberontak komunis di selatan negeri itu gagal, setelah pemberontak memerintahkan pasukannya untuk melakukan aksi penyerangan pada Sabtu (27/5).

Namun negosiator dari pihak komunis masih berharap ada diskusi lanjutan di Belanda usai penangguhan yang dilakukan pemerintah Filipina. Sebelumnya dua pihak bertikai telah melakukan pembicaraan formal setelah negosiator pihak pemerintah Jesus Dureza menolak untuk menanggapi penyerangan setelah Presiden Rodrigo Duterte membuat kebijakan perlawanan atas pemberontak di beberapa wilayah negeri itu.

"Pemerintah tidak memiliki pilihan lain selain melawan. Hal itu akan dilakukan jika dalam perundingan putaran lima tidak ditemukan langkah perdamaian," ujar Jesus seperti dikutip AFP, Sabtu (27/5).

Pihak pemerintah tengah mencari waktu dan cara untuk membuat suasana lebih kondusif dalam mencapai perdamaian. Presiden Duterte mendeklarasikan kebijakan untuk melakukan perlawanan di sepertiga wilayah selatan Filipina yang berafiliasi dengan ISIS.

Pemberontak komunis yang secara aktif berada di kawasan kepulauan, termasuk di selatan, merespon jika deklarasi itu bentuk lain dari penyerangan terhadap mereka, alih-alih memusnahkan ISIS di Filipina.

Aliansi pemberontak menyalahkan pemerintah yang kemudian membentuk pasukan New People's Army yang menargetkan perlawanan terhadap ISIS, termasuk di Manila.

Negosiator senior dari pihak pemberontak Luis Jalandoni mengatakan meskipun pemerintah melakukan ultimatum, perlawanan geriliya akan tetap berlanjut.

Negosiator pemerintah Sivestre Bello mengatakan dalam perundingan, pihak pemberontak meminta meninggalkan meja runding selama 10 menit, namun mereka tidak kembali lagi untuk berunding.

Pihak pemberontah diwakili Fidel Agcaoili mengatakan kepada jurnalis jika pembicaraan akan tetap berlangsung dengan pemerintah selama penangguhan dan sanksi yang diberikan.

"Pembicaraan belum tertutup," ujar Fidel.

Jika solusi bisa tercapai, Fidel berhadap ada resume baru, termasuk adanya kemungkinan kehadiran Partai Komunis di Filipina tercapai. Sayap dari CCP kini telah memiliki sekitar 4 ribu anggota dan berada di unit geriliya.

Pemberontak komunis masuk di wilayah miskin Asia yang dimulai pada 1968, dengan klaim 30 ribu orang termasuk yang berada di militer. Perundinan damai telah berlangsung lebih dari 30 tahun dan kembali muncul setelah kehadiran kaum sosialis pasca pemilihan Duterte tahun lalu.

Norwegia memberikan ruang perdamaian sejak Agustus tahun lalu, namun hanya sedikit kemajuan. Pembicaraan dipindahkan ke Noordwijk aan Zee, 70 kilometer dari Utrech, yang mana masih banyak para pimpinan pemberontak hidup dalam pengasingan.

Kemarahan Duterte memuncak sejak Februari lalu yang mana terjadi perang terbuka antara geriliyawan yang membunuh tentara dan polisi dalam beberapa seri serangan. Geriliya NPA terus melakukan serangan terhadap militer dengan sokongan dana bisnis senjata ilegal.

Penulis: Pit
Sumber: CNN Indonesia

Topik Terkait:


#Internasional #Filipina