Hewan Raksasa yang terdampar di Pantai Maluku Mirip Cumi-Cumi

https://news.detik.com/berita/d-3498490/ini-ciri-ciri-hewan-raksasa-yang-mati-di-laut-maluku Sumber Berita
JAKARTA, SEKADAU.com - Bangkai hewan raksasa yang ditemukan di Laut Maluku, tepatnya di pesisir Pantai Dusun Hulung, Desa Luhu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, belum bisa teridentifikasi. Bangkai yang sebelumnya diperkirakan cumi-cumi raksasa itu kini mengeluarkan bau yang tak sedap
Foto: Bangkai hewan raksasa yang ditemukan di Laut Maluku. (Dok. Pendam Pattimura)


JAKARTA, SEKADAU.com - Bangkai hewan raksasa yang ditemukan di Laut Maluku, tepatnya di pesisir Pantai Dusun Hulung, Desa Luhu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, belum bisa teridentifikasi. Bangkai yang sebelumnya diperkirakan cumi-cumi raksasa itu kini mengeluarkan bau yang tak sedap.

Dandim 1502/Masohi Letkol Inf Achmad Fikri Dalimunte hari ini, Kamis (11/5/2017), menemani tim riset dari pugak Kementerian Kelautan dan Perikanan setempat. Untuk penelitian awal, tim belum bisa mengidentifikasi jenis bangkai hewan raksasa yang ditemukan oleh warga tersebut.

"Belum bisa dipastikan untuk jenisnya karena bentuk dari binatang tersebut sudah hancur. Dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mengambil example untuk diteliti lebih lanjut," ungkap Dalimunthe kepada detikcom, Kamis (11/5).

Ada pun yang diambil contoh untuk diteliti adalah bagian kulit, sayap kanan, bagian daging, dan rahang. Example itu sore ini dibawa ke Balai Riset Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta untuk diteksi DNA nya.

Dari pemeriksaan awal, bangkai hewan raksasa itu memiliki panjang 22 meter dan lebar 8 meter. Hewan ini memiliki dua taring dengan panjang 5,5 m dan diameter 13 m. Hewan tersebut memiliki 4 tangan/sirip, 2 di bagian belakang dan 2 di depan. Panjang masing-masing tangan/sirip adalah 2,50 m.

"Memiliki ekor mirip ekor buaya dengan panjang 5,50 m. Makhluk tersebut diperkirakan mengeluarkan racun yang mengakibatkan ikan-ikan kecil dan taripang yang ada di sekitarnya mati. Kondisi bangkai mamalia laut tersebut sudah mengeluarkan bau tidak sedap sampai radius 500 meter," jelas Dalimunthe.

Tim riset dari KKP rencananya besok, Jumat (12/5), akan kembali ke lokasi untuk melanjutkan penelitian terhadap bangkai hewan raksasa ini. Seharusnya tim riset dari LIPI hari ini juga akan meninjau bangkai hewan itu namun terkendala masalah akomodasi.

Terdamparnya bangkai hewan raksasa di pesisir pantai membuat gempar Kabupaten SBB. Dalimunthe meminta perhatian serius dari Pemkab SBB dan Provinsi Maluku terhadap keberadaan bangkai hewan raksasa tersebut.

"Masyarakat SBB masih berbondong-bondong untuk melihat bangkai mamalia laut ini," ucapnya.

"Pemerintah Kab SBB dan Pemerintah Provinsi Maluku harus cepat mengambil langkah untuk pemindahan bangkai mamalia tersebut dikarenakan akan menimbulkan pencemaran lingkungan," tambah Dalimunthe.

Sebelumnya diberitakan, bangkai hewan raksasa ini sempat diperkirakan cumi-cumi atau ikan Paus jenis sperm whale. Hewan ini diperkirakan sudah membusuk selama 7-10 hari.

"Saya identifikasi dari foto itu paus, jenis sperm whale. Informasi nelayan ngotot itu cumi-cumi. Bisa bedakan bangkai superbusuknya baleen whale dan sperm whale, karena keduanya cenderung 'gemuk' saat sudah sangat membusuk dan besar sekali bangkainya. Sperm whale, sebusuk apa pun, dia nggak akan ditemukan lipatan kayak di bangkai baleen," terang pejabat KKP di Kabupaten SBB, Nasrun, Rabu (10/5).

(ear/erd)

Penulis: Elza Astari Retaduari 
Sumber: detikNews

Rekomendasi Kami

Ads
Lihat Berita Lainnya