Mesir Serang Kamp Jihadis, Balas Tembakan ke Jemaat Koptik

Mesir Serang Kamp Jihadis, Balas Tembakan ke Jemaat Koptik
SEKADAU.COM -- Mesir meluncurkan enam serangan udara di kamp kelompok jihadis di Libya pada Jumat (26/5) setelah sebelumnya sejumlah orang bertopeng menyerang bus penuh jemaat Kristen Koptik di selatan Kairo dan menewaskan setidaknya 28 orang.

Diberitakan AFP, sejumlah orang tersebut menyerang tiga bus yang menuju biara Saint Samuel di Provinsi Minya, 200 kilometer dari Kairo, dan kemudian melarikan diri.

Serangan itu merupakan aksi teror terbaru terhadap umat Kristen Koptik Mesir setelah serangan ISIS berupa pengeboman tiga gereja pada Desember dan April lalu. Kala itu, serangan tersebut menewaskan puluhan jemaat Koptik.

Presiden Abdel Fattah al-Sisi dalam pidatonya di televisi lokal mengatakan pasukan Mesir pada Jumat (26/5) telah menyerang sebuah kamp pelatihan jihadis sebagai bentuk balasan.

Televisi pemerintah melaporkan enam serangan udara terhadap kamp teroris tersebut terletak di kota Derna, Libya timur. Saksi di sana melaporkan empat serangan berasal dari satu pesawat tempur.

“Mesir tidak akan ragu dalam menyerang kamp teroris di mana pun, baik di dalam negara maupun di luar,” kata Sisi.

Seorang juru bicara Majelis Mujahidin Derna yang berafilisi pada al-Qaeda dan menguasai kota tersebut mengatakan angkatan udara Mesir melakukan delapan serangan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Namun di sisi lain, meski sebelumnya dilakukan oleh ISIS, serangan terhadap umat Koptik yang baru-baru ini terjadi belum diklaim oleh kelompok mana pun.

Rekaman televisi pemerintah menunjukkan bus berisi umat Koptik tersebut penuh dengan lubang peluru, sementara rekaman yang beredar di media menunjukkan korban hingga tergeletak di hamparan pasir.

Menurut televisi lokal, pejabat Kementerian Kesehatan mengatakan sebagian besar korban serangan terhadap umat Koptik tersebut adalah anak-anak.

“Mereka menggunakan senjata otomatis,” kata Gubernur Minya, Essam al-Bedawi menggambarkan serangan tak dikenal tersebut.

Essam al-Bedaiwy juga mengatakan bahwa rombongan jemaat Kristen Koptik itu terbagi dalam tiga kelompok, yaitu dua menggunakan bus dan satu menumpang truk.

Diberitakan Reuters, kaum Kristen Koptik merupakan minoritas di Mesir. Dari 92 juta penduduk Mesir, hanya 10 persen di antaranya yang menganut kepercayaan Kristen Koptik. Mereka pun biasa menghadapi penganiayaan. (end)

Penulis : Endro Priherdityo
Sumber : CNN Indonesia

Topik Terkait:


#Internasional #Mesir #Tembakan

Rekomendasi Kami

Ads
Lihat Berita Lainnya