Persaingan Antariksa, China Simulasi Tinggal di Bulan Lebih Lama

https://www.voaindonesia.com/a/china-simulasikan-masa-tinggal-di-bulan-yang-lebih-lama-di-tengah-persaingan-antariksa/3847341.html Kunjungi
hina sedang menguji coba kemampuan astronot di masa depan untuk tinggal di bulan untuk waktu lama, di tengah usaha Beijing untuk memacu program antariksa dan mengirim manusia ke permukaan bulan dalam jangka waktu dua dekade mendatang.
ARSIP - Roket Long March II-F bermuatan modul antariksa nirawak milik China, Tiangong-1 meluncur dari fasilitas peluncuran, Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan, di provinsi Gansu, tanggal 29 September 2011 (foto: REUTERS/Petar Kujundzic)

Kemampuan astronot di masa depan untuk tinggal di bulan untuk waktu lama sedang diuji coba China di tengah usaha negara itu untuk mengirim manusia ke permukaan bulan dalam jangka waktu dua dekade mendatang.

China sedang menguji coba kemampuan astronot di masa depan untuk tinggal di bulan untuk waktu lama, di tengah usaha Beijing untuk memacu program antariksa dan mengirim manusia ke permukaan bulan dalam jangka waktu dua dekade mendatang.

Kanto berita resmi China, Xinhua, mengatakan para relawan akan tinggal di sebuah “simulasi kabin antariksa” selama 60-200 hari di tahun depan yang akan membantu para ilmuwan memahami apa yang akan dibutuhkan manusia agar “tetap dapat tinggal di bulan dalam jangka waktu sedang dan jangka panjang.”

Presiden China, Xi Jinping, telah menyerukan agara China dapat menjadi kekuatan global dalam eksplorasi antariksa, dengan rencana untuk meluncurkan wahana penyelidik ke sisi permukaan bulan yang gelap menjelang tahun 2018, dalam perjalanan yang pertama kalinya, dan mengirimkan astronot ke permukaan bulan sebelum tahun 2036.

“Meskipun masih belum jelas pastinya berapa lama para pionir penjelajah bulan China akan menghabiskan waktunya di permukaan bulan, namun negara itu telah merencanakan untuk masa tinggal yang lebih lama,” ujar Xinhua.

Dua kelompok yang terdiri dari empat relawan akan tinggal di kabin simulasi “Yuegong-1” untuk menguji bagaimana sistem pendukung kehidupan berfungsi di lingkungan yang mirip kondisi di bulan. Uji coba serupa yang berlangsung selama 105 hari berhasil dilaksanakan pada tahun 2014,

Sistem ini, yang disebut Bioregenerative Life Support System (BLSS), memungkinkan makanan dan minuman didaur ulang dan adalah kunci dari aktivitas penyelidikan China di bulan atau di luar itu.

“Uji coba terakhir sifatnya vital untuk masa depan misi China ke bulan dan planet Mars dan harus mengandalkan pada jaminan akan keselamatan dan kesehatan para astronot kami,” ujar Liu Zhiheng dari Akademi Ilmu Pengetahuan China kepada kantor berita tersebut.

Kabin Yuegong-1 memiliki pusat ruang kehidupan seukuran “apartemen di kota yang berukuran sangat kecil” dan dua “rumah kaca” untuk menanam tumbuhan.

Bulan Maret, China mengumumkan rencana untuk meluncurkan wahana penyelidik antariksa untuk mendapatkan sampel dari bulan tahun ini, ketika wahana kargo angkasa negara itu akan merapat ke laboratorium antariksa di orbit pada bulan April, sebuah langkah besar di tengah usaha Beijing untuk membangun stasiun angkasa yang dihuni secara permanen pada tahun 2022.

Meskipun China telah mengalamai kemajuan dalam program antariksa untuk kepentingan militer, komersil, dan ilmiah, China masih tertinggal dibandingkan AS dan Rusia. [ww]


Topik Terkait:


#Internasional #Antariksa #China

Rekomendasi Kami

Ads
Lihat Berita Lainnya