Hari Raya Idul Fitri Terasa Meriah Ditepi Sungai

Hari Raya Idul Fitri Terasa Meriah Ditepi Sungai

SEKADAU HILIR - Menyambut Hari Raya Idul Fitri atau sering disebut orang indonesia hari lebaran, jatuh pada tanggal 25 Juni 2017,

Untuk memeriahkan hari raya Idul Fitri, di Sekadau khususnya di Desa Tanjung, Desa Sungai Ringin dan Desa Mungguk setiap tahun selalu mengadakan meriam karbit dari kayu ataupun dari bahan drum dan dilengkapi dengan meriam kecil alias bodel (sebutan orang sekadau) yang terbuat dari bambu atau juga bisa  dari bahan  kaleng cat,

"di Desa Tanjung setiap tahun tidak ketinggalan membuat  bodel dan meriam karbit, karena ini adalah tradisi setiap menyambut hari raya idul fitri di tepi-tepi sungai sekadau", kata rahman warga desa Tanjung,

"meriam karbit dari kayu, sambung rahman, agak sulit membuatnya, karena banyak proses saat pembuatannya,

untuk membuat meriam karbit dari bahan drum perlu ekstra hati-hati dalam mebuatnya, apalagi perlu sedikit pengalaman saat menyambung drum tersebut, karena jika salah dalam pembuatannya mengakibatkan kebocoran, sehingga bunyi dari meriam tersebut tidak terlalu kuat, dan bisa-bisa tidak dapat digunakan lagi,

pertama-tama tanah lokasi penempatan meriam harus dibuat lubang untuk menanam drum kedalam tanah dengan tinggi lubang kurang lebih 2 meter dan panjangnya menyesuaikan panjang sambungan drum, kegunaannya untuk menahan drum agar lebih kuat dan tidak hancur alias terkancai saat membunyikan meriam nanti,

jika drum sudah disambung, kemudian ditananmkan ke dalam tanah, setelah itu diberikan penahan dari kayu, untuk memperkuatkan posisi drum agar tidak bergeser, jika bergeser mengakibatkan kebocoran bagian penyambung drum,

Pembuatan mariam karbit dari drum lebih  mudah dibandingkan  membuat meriam karbit dari kayu, sebab meriam kayu banyak yang dikerjakan, seperti penjelasan dibawah ini:

  1. Kayu harus mencari kedalam hutan, karena jauh dari sungai dan jauh juga dari lokasi tempat peletakan meriam karbit,
  2. waktu pembuatannya kurang lebih dari 5 hari sampai dengan 7 hari dan bisa lebih,  tergantung kekerasan kayu,
  3. saat membuatnya perlu orang yang sedikit pengalaman dan rapi, jika ada kesalahan, mengakibatkan kebocorang bagian penyambung pada bagian tengah bawah kayu,
  4. penyimpaian biasanya bahan dari tali atau dari rotan, untuk mengikat sekeliling kayu yang sudah dibelah tadi, supaya tidak ada kebocoran bagian penyambungnya,
  5. meletakkan meriam, lubang hulu atau lubang depannya harus tinggi sedikit dari belakang, supaya air bertumpuk pada bagian belakang atau bagian lubang sumbu, sehingga mempercepat mengegasan batu karbit nanti,
  6. meriam diberikan cat warna supaya bagus dan menarik dilihat,
  7. Bukan saja senjata Nuklir atau Pesawat tempur  TNI bisa diuji coba, melainkan meriam karbit juga perlu diuji coba, karena harus diketahui takaran air dan banyaknya batu karbit, selain itu lamanya waktu pengegasan batu karbit sehingga menghasilkan suara yang diharapkan (suara kuat),
Itulah cara membuat meriam karbit dari kayu, harus kerja ekstra dan bergotong royong sehingga bisa menyelesaikan meriam tesebut tepat pada waktunya,

Hari Raya Idul Fitri Terasa Meriah Ditepi Sungai
Lokasi Jalan Kapuas Desa Tanjung Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau dihiasi dengan lampu klip warna-warni

Selain meriam karbit, lampu hias ikut juga memeriahkan hari raya idul fitri, khususnya di Desa Tanjung, sepanjang jalan tepi sungai sekadau dan kapuas, dipadati lampu hias seperti bentuk gerbang, pokoknya kerennnn bangetttt....kalau gak percaya datang saja ke ke Desa Tanjung, gak nyesel dech!

Sekian artikel sekadau.com hari ini, semoga apa yang dijelaskan diatas bisa dipahami oleh pengunjung sekadau.com, terimakasih atas kunjungannya, wasalam.

Topik Terkait:


#Tardisi #Idul Fitri #Meriam Karbit #Sekadau Hilir #Lampu Hias #Desa Tanjung #Berita Terbaru
Penulis:  Yakop
Editor Yakop
Tanggal Publikasi: 28/06/2017
Rating: 4.6
Sumber: Sekadau

Rekomendasi Kami

Ads
Lihat Berita Lainnya