Lulun Koe Khas Dayak Mualang

Kuliner, Lulun Koe Khas Dayak Mualang
BELITANG HULU, (Kuliner) - Lulun adalah sebutan Koe yang terbuat dari Ketan (Pulut dalam bahasa Mualang) dalam acara pesta (Gawai) dan penyambutan tamu terhomat Koe Lulun merupakan koe pertama yang di hidangkan.

Hal tersebut di ungkapkan Mulyadi, tokoh masyarakat Belitang Hulu Dusun Ngelai Desa Tabuk mengatakan, ke aneka ragaman seni dan budaya tradisi dan makan minum kahas  tentu setiap daerah pasti ada, salah satunya di Mualang, tidak hanya Dayak, Senganan (Sebutan Melayu atau pemeluk agama muslim keturunan Dayak Mualang) juga mengakui Koe Lulun adalah salah satu koe khas untuk penyambutan tamu dan dalam acara pesta nikah dan sebagainya.

“Dulu hingga sekarang ini, Lulun koe yang dibungkus dengan daun Pisang dan Ririk (Sebutan daun yang tumbuh di tanah dataran rendah tadah air) dan daun pilihan lainnya, tetap masih merupakan koe andalan Sup Suku Dayak Mualang Kususnya di Wilayah hulu Belitang paling Hulu”. Ujar Adi akrap disapa.

lulun dibungkus dengan daun pisang
Adi menjelaskan,"adapun bahan yang di gunakan untuk membuat koe Lulun sangatlah sederhana dan terjangkau bagi masyarakat di semua kalangan.

“Bahan Utama Koe Lulun adalah Beras Ketan (Pulut Sebutan Bahasa Mualang) Kemudian Kelapa Parut, sebagai isi dalam koe, dan pelumas bukusan yang berasal dari daun, agar tidak lengket di daun bungkusan saat di hidangkan”.

Sealanjutnya proses penbuatannya cukut simpel dan sederhana, Beras ketan yang sudah di olah (Tubuk)  menjadi tepung tersebut di berikan air, menjadi adonan, kemudian isi dalam koe Kelapa parut yang di campur Gula Merah, atau gula pasir  dimasukan lalu di bungkus dengan daun tersebut kemudian dikukus dengan hingga matang.

“Proses masak, kukusannya terbilang singkat, yakni 1 hingga 2 jam koe Lulun sudah matang dan siap di hidangkan”. Ucapnya.

Dayak Mualang

Hal serupa juga diungkapkan Seliyah warga Senganan (Sebutan Melayu Belitang Hulu), "dulu di Kampung belum ada koe parikan, dan salah satu koe untuk jamuan dan dalam acara Nikah dan acara terhoramat lainya, Lulun adalah salah satu koe andalan.

“Selain bahan mudah di dapat, proses pembuatannya juga sederhana tidak mengunakan bahan kemia dan pewarna, semuanya asli dari alam yang ada pada kita di kampung, seperti Pulut (Beras Ketan) Kelapa Parut, Gula merah dari pohon Enau, dan daun sebagai bukusnya bayak di sekeliling rumah, dan hutan sekitar ”. Jelasnya.

Kehidupan Dayak Mualang Jaman Dulu
Menurutnya selain rasa khas koe Lulun juga sebagi simbol kahas koe asli mualang yang hingga kini masih di lestarikan khususnya di Belitang Hulu.

“Sampai kini setiap ada Pesta  adat (Gawai) nikah (pengantin) sambut pergantian tahun, Natal, Lebaran, dan acara adat dan keagamaan lainya belum sah rasanya jika tidak ada koe Lulun dalam hidangan”. Ceritanya bangga punya lulun sebagi koe Khas masih ada di Mualang itu.

Topik Terkait:


#Kuliner #Makanan #Tradisional #Belitang Hulu #Desa Tabuk
Penulis: Joy Remaong Bukit Rambat Sekadau
Editor: Yakop
Rating: 5
Tgl : 10/06/2017
Sumber: Sekadau

Ads

Rekomendasi Kami

Ads
Lihat Berita Lainnya