Aspal Jalan Pemerintah Rusak Akibat Melintasnya Alat Berat Perusahan

Aspal Jalan Pemerintah Rusak Akibat Dilalui Alat Berat Perusahan
SEKADAU.COM, SEKADAU HULU - Majunya pembangunan tidak hanya diukur dari seberapa banyak pembangunan yang sudah dilakukan. Kemajuan pembangunan tersebut juga bisa diukur dari seberapa besar hasil pembangunan itu bisa berdampak baik untuk masyarakat.

Terkait dengan hal tersebut, tentunya harus didukungan dari masyarakat, termasuk pihak swasta juga dibutuhkan. Paling tidak, masyarakat dan swasta bisa menjaga alias tidak merusak fasilitas yang sudah dibangunan pemerintah.

Namun keikutsertaan menjaga atau memilihara fasilitas pemerintah ini, tampaknya kurang disadari oleh sejumlah masyarakat maupun segelitir swasta. Mereka seenaknya merusak fasilitas pembangunan, salah satunya Jalan Akses Rawak-Sungai Sambang yang kondisinya sudah mulus.

“Sebagian badan jalan itu ada yang rusak karena ada alat berat yang melintas,” kata Andri Wanto, warga Desa Boti, Kecamatan Sekadau Hulu kepada Awak Media, Rabu (26/7).

Ketua Karang Taruna Martisinga, Desa Boti ini menceritakan, alat berat jenis excavator itu melintas diatas jalan tanpa pengamanan roda yang maksimal. Operator dan pengawas alat berat hanya memberi alas papan ala kadarnya.

“Akibatnya, ada rantai roda yang terkena ke aspal. Sehingga aspal jalan banyak yang terkelupas dan rusak,” kesal Andri.

Andri mengaku tidak mengetahui secara persis siapa pemilik alat berat tersebut. Yang jelas, dari informasi yang beredar, alat berat itu milik salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memiliki lahan di wilayah Sekadau Hulu.

“Kita sebagai warga, tentu sangat senang jalan sudah bagus. Karenanya, jangan dirusak seperti itu. Mari kita jaga sama-sama. Kasian kalau rusak, kami sebagai pengguna jalan yang akan merasakan dampak buruknya,” cetus Andri.

Bupati Sekadau, Rupinus SH M Si angkat bicara terkait masalah tersebut. Orang nomor satu di Sekadau itu tampak cukup kesal dengan ulah perusahaan yang tidak mau menjaga hasil pembangunan.

“Dinas terkait tolong segera ditinjau kondisi jalan itu. Seberapa parah rusaknya,” kata Rupinus.

Rupinus mendesak pihak perusahaan yang memiliki alat berat itu tidak tinggal diam. “Kita minta perusahaan bertanggungjawab atas kerusakan jalan tersebut,” pungkas Rupinus.

Penulis: B/Mus
Editor: Yakop
Rating: 4.8

Artikel Terkait: