Bupati Tutup Gawai Dayak ke-VIII Sekadau 2017

Bupati Tutup Gawai Dayak ke-VIII Sekadau 2017
SEKADAU.COM, SEKADAU HILIR - Pelaksanaan Gawai Dayak ke-VIII Kabupaten Sekadau yang digelar selama lima hari, sejak 18-22 Juli 2017  malam, ditutup Bupati Rupinus.

Hadir dalam penutupan tersebut Wakil Bupati Aloysius, SH. M. Si, Wakil Bupati Sintang Askiman,  Ketua PKK Kristina Rupinus, ketua GOW Vixtima Heri Yanti, Ketua DPRD Kab.  Sekadau Albertus Pinus, bersama anggotanya,  tokoh masyarakat Adat sekabupaten Sekadau, dan ribuan masyarakat yag terkabung dalam gawai.

Penutupan ini sekaligus penyerahan tropi dan hadiah kepada para pemenang dalam kegiatan-kegiatan selama pelaksanaan even sepekan itu.

Ketua panitia pelaksana Gawai Dayak, Yok Kelak, dalam laporannya menuturkan bahwa rangkaian kegiatan ini dimulai dari tradisi pengantaran benih, display budaya, kegiatan seni budaya, pelestarian seni budaya, keriasi dari DAD masing masing kecamatan. “Juga permainan rakyat seni dan kerajinan tradisional, lokal asal sekadau” lanjut Yok.

Ia menyatakan, kegiatan dapat terselenggara dengan baik sesuai harapan, dan kekurangan yang ada sebagai evaluasi untuk penyelenggaraan Gawai Dayak di tahun berikutnya.

“Kami berterimakasih kepada aparat keamanan, TNI dan Polri ,yang melaksanakan pengamanan kegiatan serta pihak yang mendukung kegiatan,” pungkas pria Belitang Hulu itu.

Dipanggung yang sama, Bupati Sekadau Rupinus,SH.M.Si menyatakan, kegiatan Gawai Dayak yang dilaksanakan selama lima hari ini mempertunjukan nilai – nilai budaya dan jati diri masyarakat dayak.

“Tentunya kita harapkan budaya ini tidak luntur di tengah globalisasi. Nilai – nilai ini sebagai bagian dari budaya nasoinal, bahkan hingga internasonal ” terang Bupati.

Melalui Gawai Dayak ini, bupati berharap masyarakat dayak Kabupaten Sekadau dapat membentuk karakter sebagai manusia yang jujur, berbudi pekerti, dan terbuka dengan suku lainnya.

“Untuk menjalin kebersamaan dengan suku lain di Kabupaten Sekadau sehingga menjadi daya tarik tersendiri serta hubungan harmonis antar etnis, agama dan lainnya di bumi lawang kuari ini” pinta Rupinus.

Dijelaskan Bupati, geterogenitas kaya etnis merupakan aset yang bernilai tinggi untuk memunculkan daya tarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Bupati juga memiliki harapan agar pelaksanaan Gawai Dayak kedepan menjadi daya tarik bagi wisatawan, dengan cara adanya kebersamaan antar etnis di Kabupaten Sekadau.

Gawai Dayak bukan hanya untuk etnis suku dayak, namun untuk semua suku dan menimbulkan multi player efek dalam perekonomian serta industri kerajinan dalam keluarga atau UMKM, dan pemerintah daerah” papar dia.

Lanjut Bupati jika ada  kekurangan dalam pelaksanaan gawai  "Hal tersebut agar menjadi evaluasi di gawai berikutnya,  harapan gawai tahun depan 2018 lebih baik lagi, ". tukasnya.

Penulis: Joy
Editor: Yakop
Rating: 5

Ads

Rekomendasi Kami

Ads Ads
  • Safari Natal Pemkab Sekadau di Belitang Hilir

    Safari Natal Pemkab Sekadau di Belitang Hilir

    BELITANG HILIR, SEKADAU NEWS - Safari Natal Pemkab Sekadau untuk ketiga kalinya dilaksanakan di Kecamatan Belitang Hilir, pada hari senin (11/12) bertempat di Gereja GKKI Marturia
  • SAFARI NATAL BUPATI SEKADAU DI GKII BALAI SEPUAK

    SAFARI NATAL BUPATI SEKADAU DI GKII BALAI SEPUAK

    BELITANG HULU, SEKADAU.COM - Bupati Sekadau yang di wakili Wakil Bupati Sekadau Aloysius SH, M.Si, laksanakan Safari Natal di Belitang Hulu tepatnya di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Eben Haezer Balai Sepuak
Lihat Berita Lainnya