Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan Dalam Mendukung Kesehatan Ibu dan Anak

Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan Dalam Mendukung Kesehatan Ibu dan Anak
Forum Komunikasi Istri Legislatif (FKIL) Kabupaten Sekadau bersama Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga

SEKADAU.COM, BELITANG HILIR - Berencana memberikan pemahaman mengenai pemberdayaan perempuan dan kesehatan kepada masyarakat di Desa Empajak, Kecamatan Belitang Hilir, Kamis (27/7).

Sebelumnya, istri para anggota DPRD itu juga melakukan kegiatan serupa di Desa Tanjung, Kecamatan Sekadau Hilir dan Desa Nanga Menterap, Kecamatan Sekadau Hulu.

Camat Belitang Hilir, Paulus Misi menyambut baik kegiatan sosialisasi pemberdayaan perempuan dalam mendukung kesehatan ibu dan anak. Ia juga berharap, kegiatan tersebut secara kontinue dilakukan oleh FKIL.

“Paling tidak kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya kesehatan, ibu dan anak serta keluarga,” ujarnya.

Kegiatan ini, kata dia, sekaligus untuk membuka  wawasan dan pikiran masyarakat, khususnya yang berada di Desa Empajak, Kecamatan Belitang Hilir. Dikatakan dia, kegiatan itu tentunya menjadi wadah yang sangat penting untuk menambah pengetahuan.

“Kami berharap, apa yang menjadi masukan dari masyarakat bisa disampaikan kepada para suami dari istri-istri dewan itu,” kata dia.

Sementara itu, Ketua FKIL Kabupaten Sekadau, Liviana Albertus Pinus menilai, pentingnya mensosialisasikan  arti penting pemberdayaan perempuan ditinjau dari perspektif sosial dan kesehatan yang terintegrasi bagi kesehatan ibu dan anak. Ia mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat baik itu pemberdayaan perempuan maupun kesehatan ibu dan anak.

“Memang ada berbagai kendala, untuk itu kami mengajak para keluarga beserta masyarakat bersama-sama mengatasi kendala yang ada dengan memberikan solusi,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebagai istri legislatif yang merupakan perpanjangan tangan para suami dalam menyampaikan aspirasi. Dikatakan dia, hambatan yang ada harus ditindaklanjuti demi tercapainya kesehatan ibu dan anak yang berbasis sosial dan dilindungi dengan jaminan keluarga yang berkelanjutan.

“Kami juga menggandeng Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai narasumber, yaitu Elsa Setyaningsih. Sedangkan dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, yaitu Paskalis R sebagai narasumber,” tuturnya.

Ia mengatakan, hal-hal yang berkenaan dengan kesetaraan gender hingga kesehatan keluarga dan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) juga disampaikan kepada masyarakat.

Penulis: mus
Editor: yakop
Rating: 4.7

Artikel Terkait: