Keterbelakangan Mental Simu Berjuang Hidup di Gubuk 3x4 Meter

Keterbelakangan Mental Simu Berjuang Hidup di Gubuk 3x4 Meter
SEKADAU.COM, BELITANG HULU - Kasian, Simu (68) Tahun warga Desa Tabuk Hulu Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau, dengan keterbarasan mental dirinya harus hidup dan tinggal sendiri (Tidak bersuami) di rumah bak Gubuk yang berukuran 3x4 meter tersebut harus berjuang hidup.

Peras salah satu tetangga simu d temui awak media membenarkan jika Simu telah lama menemmpati rumah bak gubuk kecil itu.

"Mungkin usah 5 atau 6 tahun tinggal dirumah ini, awalnya rumah tersebut di buat beberapa tahun lalu, dari swadaya masyarakat dan desa Tabuk Hulu, kerna saat itu dia enggan tinggal bersama keluarganya, saat masih kuat berkerja sendiri, kerna faktur umur, dan keterbatasan mental Simu harus berjuang hidup sendiri dengan cara makan datang kerumah tetangga dengan mencari sayur-sayuran dihutan kemudian dibawa untuk  minta makan nasi." Cerita Peras.
Keterbelakangan Mental Simu Berjuang Hidup di Gubuk 3x4 Meter

Peras, melanjutkan, meski dalam kondisi kekurangan mental Simu merupakan termasuk pekerja keras, dan kuat. "Tenaga Simu bah kuat, dulu belum ada mesin penggiling padi, beras, tiap hari Simu selalu di cari untuk menumbuk padi warga, bahkan terkadang andre warga yang ingin mengunakan jasa tumbuk padi Simu, kalau sekarang, kerna umur sudah terhitung tua, tenaga mulai kurang, ditambah banyaknya warga sudah menggunakan mesin Penggiling padi, kini simu seakan hilang pekerjaan sehari harinya, kasian dia". Cerita peres.

Untuk itu peras, berharap pemerintah Daerah melaui dinas Sosal atau terkait dikabupaten Sekadau memohon ada perhatian kepada Simu.

"Kasian dia, selain tinggal dirumah bak Gubuk, yang di bangun menggunakan kayu bulat, dengan ukuran kurang lebih 3 x 4 Meter, Simu juga harus gelap tampa penerangan (Pelita) jika malam hari, dan tidak ada untuk masak, hal itu di kernakan kuatir api bisa menghanguskan tempat tinggalnya". Tutup Peras.

Dikomfermasi Kepala Desa Tabuk Hulu Anton, SE, membenarkan cerita peras, akan keberadaan warganya Simu. "Dia ada keluarga namun dia enggan tinggal bersama keluarga yang juga keponakannya sendiri dia memilih sendiri, maka dari itu secara swadaya kita bangun rumah tempatnya, kalau dulu dia bisa memenuhi kebutuhan hidup dengan jasa numbuk padi, tapi sekarang dia tak kuat lagi dengan bawa sayur dari hutanlah dia bisa mempertahankan hidunya, meski demikian tak bawa sayur Simu selalu diberimakan keluarga dan tetangganya". Ucap Anton.

Anton mengatakan berbagai upaya Desa telah dilakukan untuk Warganya termasuk Simu.
"Kita telah laporkan ke Kecamatan, dan buat keterangan tidak mampu pada Simu, dan warga lain yang membutuhkannya, untuk mendapatkan tindak lanjut". Tukas Anton.

Sementara Kepala Dinas Sosial kabupaten Sekadau Suhardi menyampaikan terimakasi informasi nya terkait warga yang membutuhkan.

"Jika ada warga yang membutuhkan kita minta Desa mendata, untuk di ajukan, agar bisa mendapat bantuan pemerntah, kita akan cek ke sana (Tabuk Hulu) kemudaian akan kita ajukan agar dapat bantuan  rumah layak huni dan bantuan lainnya". Ujarnya.

Penulis: Joy
Editor: Yakop

Artikel Terkait: