Musim Kemarau Tiba, Hasil Tangkapan Nelayan Meningkat

Musim Kemarau Tiba, Hasil Tangkapan Nelayan Meningkat
SEKADAU.COM, SEKADAU HILIR - Musim kemarau memang terasa diakhri bulan juli dan sampai diawal bulan agustus, sebelum hujan kemarin, daerah sekitar kota sekadau tidak ada hujan selama beberapa hari. Terlihat sungai sekadau dan sungai kapuas air mulai surut sehingga wisata musiman seperti Batu Tinggi sudah mulai nampak,

Tidak menutup kemungkinan dalam kesempatan ini para nelayan juga yang tinggal ditepi sungai pada musim kemarau ramai menangkap ikan dengan jaring atau jala di sungai Sekadau ataupun sungai kapuas.

Dimusim kemarau, kata Didi salah satu penjual ikan di Pasar Kapuas Stegher, "tangkapan nelayan meningkat hanya pada waktu-waktu tertentu saja, seperti pada musim kemarau".
Ikan sungai baru beberapa jam sudah hampir habis diserbu pembeli 
Ikan sungai baru beberapa jam sudah hampir habis diserbu pembeli

Selain itu kata Didi Arisandi alias Bagong, "musim kemarau hanya terjadi satu kali dalam setahun. Pada musim kemarau nelayan biasanya mendapatkan hasil tangkapan beberapa jenis ikan sungai seperti ikan seluang, ikan jelawat, ikan tilan, ikan bonga, ikan burau, ikan baong dan sering juga dapat udang dengan jala, kemudiaan kadang-kadang dapat ikan tapah yang beratnya kurang lebih 5kg atau lebih", tutur Didi.

"Saaat musim kemarau, dalam satu hari berjualan ikan di pasar kapuas kami biasa dapat keuntungan berkisar 400 rb bersihnya, kalau untuk nelayan penghasilannya itu tergantung rajin atau tidak nelayannya pergi ke sungai tersebut, dan lamanya musim kemarau menurut kebiasaan sampai 3 bulan atau lebih", ungkap Didi.

Kemudian pesan Didi kepada warga, "Kalau mau tangkap ikan tolong jangan gunakan racun (ngubak) ikan disungai, jika air tercemar racun dampaknya ikan akan berkurang dan resikonya juga pada kesehatan yang mengkonsumsi air atau ikan yang telah diracun", tutup Didi

Penulis: Mus
Editor: Yakop

Artikel Terkait: