Digigit Anjing, Bocah 5 Tahun di Sunsong Kritis

Yuliana Sewan memapah sang anak, Sentia Resa saat hendak dipindahkan ke ruang perawatan anak RSUD Sekadau, Selasa siang (10/10). Sentia diduga terjangkit virus rabies usai digigit anjing dua pekan lalu. (Sumber Foto: Abdu Syukri)

SEKADAU HULU, SEKADAU.COM - Sentia Resa, bocah berusia lima tahun asal Dusun Saka Tiga, Desa Sunsong, Kecamatan Sekadau Hulu, harus dirawat intensif di ruang isolasi ruang perawatan anak RSUD Sekadau, sejak Selasa pagi (10/10). Bocah perempuan ini sakit setelah digigit anjing di rumahnya, dua pekan lalu.

“Saya lupa tanggal pastinya. Tapi anak saya itu digigit anjing sekitar dua minggu lalu,” tutur Bali, 49 tahun, ayah kandung Sentia dijumpai awak media di ruang perawatan anak RSUD Sekadau, Selasa sore (10/10).

Pihak medis RSUD Sekadau memutuskan untuk langsung merawat inap Setia yang baru dibawa pihak keluarga ke RSUD Sekadau, pagi harinya. Ini dilakukan karena kondisi Sentia yang tergolong kritis.

Sentia kerap berteriak dan sulit diajak komunikasi. Pihak medis terpaksa mengikat kedua tangan bocah kecil ini ke bangsal karena ingin berontak.

“Suaranya juga berubah lain. Sejak tadi malam (kemarin malam, red) dia gelisah dan berubah suaranya seperti itu,” ujar Bali.

Sentia Sesa merupakan anak ketiga pasangan Bali dan istrinya, Yuliana Sewan, 43 tahun. Anak pertamanya bernama Rita Runita, 29 tahun. Sementara anak keduanya Mariana Sereti yang berumur 26 tahun.

Kepada awak Media, Bali menceritakan soal kronologis anaknya digigit anjing. Tragisnya, anjing yang menggigit sang anak merupakan anjing piliharaan mereka sendiri.

“Saya itu punya dua anak anjing yang baru lepas susu (selesai masa menyusui, red). Yang satu sudah mati, yang satu saya pilihara,” beber Bali.

Namun, kejanggalan mulai terlihat di anjing yang ia pilihara tersebut. Anjingnya mulai mengejar kucing sehingga ia pun memutuskan untuk merantai anjing tersebut menggunakan rantai bekas rantai sepeda.

Namun saat hendak merantai anjingnya, anjing tersebut berontak dan lepas dari tangan sang ayah. Secara tiba-tiba anjing itu menyerang dan menggigit punggung belakang sang anak yang tengah duduk di pintu depan.

“Saya di teras. Anjing lepas dan langsung gigit anak saya. Setelah gigit itu, saya tangkap lagi dan saya rantai,” kenang Bali.

Keesokan paginya, lanjut Bali, anjing tersebut ditemukan mati dengan tali rantai terlilit di lehernya. Celakanya, bangkai anjing itu malah dimakan oleh sejumlah tetangga Bali.

“Beberapa hari setelah digigit itu, baru anak saya demam. Saya bawa ke Puskesmas di Rawak (Kecamatan Sekadau Hulu, red). Anak saya di suntik dan diberi obat. Tapi saya bawa pulang ke kampung lagi,” tuturnya.

Namun kemarin malam, bocah tersebut menunjukkan gejala berbeda. Ia gelisah dan bertindak berbeda dari anak lainnya. “Waktu dibawa ke kampug, kami obati dengan obat kampung. Maklum anak saya ini tidak ada BPJS. Baru tadi kami bawa ke sini,” tukasnya.

Ibunda Sentia, Yuliana Sewan tampak terpukul dengan kejadian itu. Sembari mengurusi sang anak, Sewan tampak beberapa kali menangis.

“Tadi malam anak saya berontak dan menggigit jari telunjuk saya dan bapaknya,” tutur Sewan sembari memperlihatkan bekas gigitan di telunjuk tanggan kanannya.

Sewan dan suami pun sudah dilakukan vaksinasi. Hal itu dilakukan untuk mencegah keduanya tertular.

Pihak medis RSUD Sekadau sejatinya mau langsung merujuk Sentia ke Pontianak. Namun karena alasan keluarga yang diduga kesulitan biaya, Sentia pun hanya dirawat di RSUD Sekadau.

“Dugaan sementara, virus rabiesnnya sudah menyebar ke otak korban,” kata salah seorang petugas medis di RSUD Sekadau.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Syahdiman mengatakan, pihaknya sudah mengurusi BPJS untuk korban. “Sudah kita buatkan BPJS melalui program Penerima Bantuan Iuran Jamkesda,” kata Syahdiman.

Syahdiman yang ikut mendatangi korban ke RSUD Sekadau memastikan BPJS korban sudah aktif saat itu juga. “Karena itu, kita menyarankan pihak keluarga untuk membawa korban ke Pontianak. Apalagi kondisi korban sudah seperti itu,” tukas Syahdiman.

Penulis: Bdu
Laporan: Mus
Editor: Yakop

Artikel Terkait: