Gunakan Barang bekas, mulai dari kardus, karung goni, plastik Jadi Pakaian Tradisional

Gunakan Barang bekas, mulai dari kardus, karung goni, plastik Jadi Pakaian Tradisional
Peserta Lomba pakaian Tradisional dalam rangka memperingati sumpah pemuda ke 89 di SMA Karya Sekadau.(Tarjo)<

SEKADAU HILIR, SEKADAU.COM - Berlangsung meriah peringatan hari sumpah pemuda ke-89 yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober di SMA karya sekadau Sabtu (28/10) . Berbagai bidang kegiatan diperlombakan.

Drs,  Sumardi kepala SMA Karya Sekadau menuturkan ia mengungkapkan bahwa hari Sumpah Pemuda sebagai momentum merefleksikan kembali perjuangan para pemuda Indonesia pada zaman dahulu. Zaman dahulu para pemuda menyadari betapa penting persatuan dan kesatuan untuk mencapai kemerdekaan.

“Anak-anak muda zaman sekarang juga harus disadari, maka acara seperti ini kita laksanakan di sekolah. Supaya mereka sadar bahwa tanpa persatuan dan kesatuan tidak mungkin kita dapat mengisi kemerdekaan dengan baik,” katanya.

Sekolah yang ia pimpin kata Sumardi, juga mengingatkan para siswa untuk bersatu dalam mengisi kemerdekaan sesuai bidangnya, seperti belajar dan ketrampilan lain sehingga, para siswa dapat mewujudkan kehidupan mereka kedepan menjadi lebih baik lagi.

Maraknya informasi yang beredar saat ini sambung dia, yang bahkan dikhawatirkan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan perlu di antisipasi dengan kegiatan seperti ini. kami sadar bahwa anak-anak sekolah perlu diberi pemahaman agar tidak terpengaruh dengan hal-hal yang dapat menghancurkan keutuhan NKRI.

“Pihak sekolah berupaya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai keberagaman dan kemajemukan Indonesia. Perbedaan bukanlah menjadi persoalan, melainkan warna dalam memperkaya kehidupan bangsa Indonesia,” ucapnya.

Upaya yang dilakukan untuk mengenalkan keberagaman kepada para siswa, yaitu sejumlah siswa mengenakan pakaian tradisional. Uniknya, pakaian tradisional yang dikenakan sejumlah siswa tersebut menggunakan barang bekas, mulai dari kardus, karung goni, plastik dan lain sebagainya.

“Ini salah satu cara mengenalkan keberagaman yang ada. Keberagaman atau kemajemukan bangsa Indonesia harus dijaga sehingga khususnya para siswa dapat bersatu padu menjaga persatuan dan kesatuan,” pungkasnya.

Penulis: T/Mus
Editor: Yakop

Rekomendasi Kami

Ads
Lihat Berita Lainnya