'


MILITER INDONESIA, SEKADAU NEWS - Meski manuvernya tak selincah kapal patroli, dan kecepatannya pun terbatas, tak menjadikan LST (Landing Ship Tank) lemah dalam hal fungsi penindakan hukum di laut. Seperti dibuktikan oleh KRI Teluk Bintuni 520 yang pada kamis (25/1/2018) lalu telah menggagalkan aksi pembajakan yang terjadi di Selat Berhala, kawasan Kepulauan Riau. Dua orang yang diduga perompak diamankan dari peristiwa tersebut.

Dikutip dari siaran pers Dispen Korps Marinir, KRI Teluk Bintuni 520 saat itu kapal tengah mengangkut 568 prajurit marinir yang akan melakukan latihan Pendaratan Khusus (Ratsus) Pasmar di Perairan Selat Berhala. Di tengah perjalanan dari Jakarta menuju Tanjung Balai Karimun, KRI mendapat kontak dari Nahkoda Tug Boat Dabo 105 terkait adanya orang tak dikenal yang menaiki kapalnya.

Berdasarkan keterangan tersebut, KRI Teluk Bintuni melaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan di tugboat Dabo 105. Dengan menurunkan landing craft, vehicle, personnel (LCVP) tim memeriksa kapal tersebut. Pada proses pemeriksaan didapati seluruh ABK tugboat Dabo 105 terkunci di dalam anjungan. Kemudian satu tim dengan sigap melakukan kontak fisik dan melumpuhkan dua orang terduga perompak.


Penggagalan Perompak. Sumber Gambar: Indomiliter

KRI Teluk Bintuni 520 yang didapuk sebagai LST terbesar TNI AL adalah produksi perusahaan swasta PT Daya Radar Utama (DRU) yang galangannya berada di Lampung Selatan. Meski kecepatan KRI Bintuni 520 maksimal 16 knots, untuk peran penindakan, kapal perang dari Satuan Kapal Amfibi (Satfib) ini dilengkapi senjata andalan satu pucuk kanon Bofoes L70/40 mm pada bagian haluan.

Dari segi bobot mati, bobot kapal dalam keadaan kosong, maka Teluk Bintuni punya bobot 2.300 ton.Bobot yang besar pada KRI Teluk Bintuni ternyata berkorelasi dengan tugas yang diembannnya, dimana kapal perang ini dirancang untuk membawa 10 unit MBT (main battle tank) Leopard.

Sebagai kapal perang, awak KRI Teluk Bintuni 520 dapat melaksanakan misi VBSS (Visit Board Search and Seizure), seperti yang diperlihatkan dalam aksi penggagalan perompakan Kamis lalu. Dalam misi VBSS, personel TNI AL telah dilatih melaksanakan Markmanship (menembak), Close Quarter Battle (latihan pertempuran dalam ruangan), Hook and Climb (latihan memasang dan memanjat tangga di atas geladak kapal), Ship Movement (latihan teknik bergerak di geladak kapal), Prisoner Handling (latihan penanganan musuh yang tertangkap), Mission Planning (penyusunan rencana) dan Medical Evacuation (latihan penanganan terhadap korban yang terluka/tertembak). Selain dilengkapi LCVP, KRI Bintuni 520 juga dilengkapi Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) yang dapat diturunkan dengan crane secara cepat. (Bayu Pamungkas)


Sumber : Indomiliter
Editor : Hariza