'

Harga Karet di Sekadau Hulu dan Belitang Hulu Zaman Sekarang Tak Bisa Diandalkan
Foto: Jainal, warga Sungai Sambang saat memperlihatkan batang karet di kebunnya.

Laporan Wartawan Sekadau News,  Mussin. 

SEKADAU HULU,  SEKADAU NEWS - Zaman marik tih, gotah alias karet jadi primadona orang tua dolok,  Dilansir dari berita Sekadau news (10/2/2017)  Bupati Sekadau Rupinus, SH. M. Si kalak mengatakan, dimasa kecil dulu juga pernah menoreh di kampung halaman di Desa Pantok Kecamatan Nanga Taman.

"ini saya lakukan untuk membantu kehidupan keluarga."ujar Rupinus saat meninjau Kebun PKK di Taman Kehati, Jum'at (10/02/2017) tahun lalu.

Sementara, Jainal, salah seorang petani karet di Desa Sungai Sambang, Kecamatan Sekadau Hulu saat dijumpai Wartawan, baru-baru ini mengungkapkan, jaman sekarang harga karet tak Kunjung yang diharapkan.

Karet Tak Lagi Jadi Primadona bagi petani karet, salahsatunya didaerah Sekadau Hulu. Ada yang mengangap, karet tak bisa lagi diandalkan.

Dan banyak petani karet mengeluh dengan harga komoditas karet yang tak kunjung membaik.

“Udah malas rasanya mau noreh karet,” kata Jainal.

Tidak seperti harga beberapa tahun lalu yang mencapai belasan ribu per kilogram, saat ini harga karet bekisar Rp 7 ribu.

Akibatnya, karet tidak lagi menjadi primadona dan andalan sebagai mata pencarian hidup untuk menggerakan roda perekonomian masyarakat.

Sekarang petani karet maupun masyarakat yang bertanam karet tidak lagi menggantungkan hidup dengan komoditi karet yang sempat menjadi andalan masyarakat.

“Tidak seperti sekira di tahun 2000, harga perkilogram karet pernah mencapai harga Rp22 Rb.” ujar Jainal membandingkan.

“Tetapi sekarang harga karet anjlok. Herannya, Pemerintah pusat terkait tidak pernah menemukan solusi untuk mengatasi persoalan harga karet ini, sehingga berlarut-larut,” sambung Jainal.

Jainal pun berharap, siapa pun Gubernur Kalbar yang terpilih, bisa memperjuangkan harga karet.

“Minimal di angka belasan ribu lah perkilonya. Lumayan juga buat bertahan hidup,” tandas Jainal.

Hal serupa juga diungkapkan, Riki salahsatu warga Bukit Rambat Kecamatan Belitang Hulu, harga karet disini jauh merosot Rp. 6.500 per kilogram.

"Tidak seimbang dengan kebutuhan sehari-hari, untuk biaya kendaraan roda dua saja, dalam sehari paling rendah Rp. 20 Ribu atau dua liter, belum biaya makan, anak sekolah dan lain-lain." Ujarnya.


Editor: Yakop