'

MUI dan PKS Kutuk Penyerangan Gereja St Lidwina Sleman Garis polisi dipasang mengeliling Gereja Santa Lidwina Bedog Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko.(detik.com)

JAKARTA, SEKADAU NEW - Wakil ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi menyesalkan terjadinya penyerangan di Gereja Lidwina, Bedog, Sleman pada Minggu (11/2).

Dia mengungkapkan bahwa tindakan tersebut sama sekali tidak mencerminkan ajaran nilai-nilai agama.

"Apapun motifnya tindakan tersebut patut dikutuk dan tidak bisa ditoleransi," kata Zainut Tauhid dalam pernyataannya yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (11/2).

Zainut mengatakan MUI juga meminta kepolisian untuk bertindak cepat dan mengusut motif pelaku. Dia juga meminta polisi untuk memberi keterangan kepada masyarakat agar tak ada fitnah yang mengganggu harmoni kehidupan antarumat beragama.

"MUI meminta masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang kondusif dengan tidak menyebarkan opini, berita hoax, dan isu yang justru membuat gaduh serta mengganggu keamanan nasional," katanya.

"MUI menyampaikan simpati yang mendalam atas beberapa korban dari serangan tersebut, semoga diberikan kesabaran dan kesembuhan seperti sedia kala."

Minggu (11/2), seorang pria tak dikenal menyerang Gereja Lidwina, Bedog, Sleman dengan menggunakan sebilah pedang panjang. Aksi penyerangan ini terjadi di pagi hari saat misa pagi dimulai.

Akibat penyerangan tersebut, dua orang umat gereja, pastor pemimpin misa Romo Prier, dan seorang aparat polisi terluka karena terkena sabetan pedang pelaku.

Untuk melumpuhkan pelaku, polisi melepaskan tembakan peringatan dan juga melepas sebutir peluru ke tubuh korban yang nekat menyerang polisi.
MUI dan PKS Kutuk Penyerangan Gereja St Lidwina Sleman Jazuli Juwaini (Foto: Dok. Fraksi PKS/detik.com)

Sementara dilansir dari Detik.com, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengutuk penyerangan terhadap romo dan jemaat Gereja Katolik Santa Lidwina Stasi Bedog Paroki Kumetiran, Sleman. Jazuli mengatakan tindakan itu tidak dapat dibenarkan terjadi di negara ini.

"Aparat kepolisian yang telah berhasil meringkus pelaku diharapkan melakukan penyelidikan secara serius motif di balik penyerangan serta menuntut hukuman yang setimpal terhadap pelaku," ujar Jazuli kepada wartawan, Minggu (11/2/2018)

Anggota Komisi I itu mengatakan penyerangan terhadap orang lain merupakan tindakan kriminal. Apalagi hal itu dilakukan pada saat umat beragama sedang menjalankan ibadah.

"Kita tegas tidak bisa mentoleransi perilaku yang demikian karena jelas bertentangan dengan hukum dan konstitusi negara," ujarnya.

Jazuli kemudian menyoroti perlindungan pemerintah dan aparat kepolisian terhadap kehidupan umat beragama. Pasalnya bukan kali ini saja kekerasan terhadap tokoh agama terjadi.

"Penyerangan terhadap pemuka dan umat beragama ini tidak hanya terjadi kepada umat Kristiani. Sebelumnya di Jawa Barat juga terjadi penyerangan serupa terhadap kiai dan tokoh/ulama dari ormas Islam, bahkan hingga merenggut nyawa Ustaz Prawoto dari Persis," ujar Jazuli.

Jazuli berharap agar seluruh masyarakat bersikap tenang, dan jangan sampai terprovokasi. Dia berharap upaya adu domba itu tidak merusak persaudaraan dan hubungan antarumat beragama.

"Jangan sampai masyarakat terpancing atau tersulut emosi yang justru merusak keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita jaga bangsa ini agar tetap kondusif," ajak Jazuli.

Dia pun berharap kasus penyerangan itu bisa diusut tuntas kepolisian. Jangan sampai kasus serupa terjadi lagi.

"Dalam dua kasus penyerangan ulama sebelumnya misalnya, apakah yang melakukan kekerasan terhadap para ustaz (yang diduga orang gila itu) apakah bener-benar gila atau pura-pura gila?" tanya Jazuli.
MUI dan PKS Kutuk Penyerangan Gereja St Lidwina Sleman Gereja Lidwina, Bedog, Sleman pada Minggu (11/2). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/CNN Indonesia)

"Lalu siapa pula pelaku penyerangan gereja di Yogya. Kenapa beruntun begini? Ini yang harus dijawab oleh polisi secara transparan dan objektif agar masyarakat clear, tidak bertanya-tanya dan curiga serta agar suasana kondusif tetap terjaga, pungkas Jazuli.

Sebelumnya diberitakan penyerangan ini terjadi saat jemaat gereja sedang misa pagi di Gereja St Lidwina. Seorang pria berpedang yang diketahui bernama Suliyono menyerang jemaat di gereja.

Akibatnya enam orang terluka, termasuk Rm Karl Edmund Prier yang memimpin misa dan seorang polisi. Saat ini polisi tengah menyelidiki kasus ini.

"Kronologi pelaku masuk gereja dan menyerang pakai pedang, panjang, sudah diamankan di Polres sebagai barang bukti," kata Kapolres Sleman, AKBP M Firman Lukmanul Hakim di lokasi, Minggu (11/2). (ams/imk/chs/chs)

Editor: Yakop