Sumber Gambar: www.stayathomemum.com.au

KESEHATAN, SEKADAU NEWS - Apakah sering terjadi ketika Moms sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari, lalu yang tadinya hanya berencana membeli hal-hal penting malah mengisi penuh keranjang belanja?

Supermarket, seperti halnya bisnis lain, mencari cara bagaimana untuk membuat pelanggan membelanjakan uang mereka lebih banyak lagi.

Tak hanya dari strategi marketing, namun juga faktor psikologis yang membuat Moms ingin membeli sesuatu di luar daftar belanja.

Dilansir dari situs tjbdeals.com, berikut terkuak rahasia strategi supermarket yang membuat Moms berbelanja lebih dari target.

1. Troli belanja

Pihak supermarket ingin memastikan Moms membawa troli belanja, dengan cara menaruh barang-barang diskon yang berukuran besar di dekat pintu masuk.

Barang diskon ini misalnya semangka, minyak goreng atau deterjen berkapasitas besar.

Ketika memutuskan untuk mengambil barang diskon tersebut, Moms akan butuh troli belanja yang berukuran besar.

Nantinya ketika memasuki supermarket, Moms otomatis akan membelanjakan lebih banyak lagi barang-barang di supermarket.

Semakin besar ukuran keranjang belanjanya, maka semakin besar pula barang yang hendak dibeli.

2. Tak ada jalan keluar

Sekalinya Moms sudah masuk ke supermarket, akan sulit untuk keluar tanpa membeli satu barang pun.

Supermarket didesain dengan pintu masuk utama satu arah, dan pintu keluar yang terpisah.

3. Musik supermarket

Pernahkah Moms bertanya-tanya mengapa ada musik diputar di supermarket?

Hal ini karena musik cenderung menjadikan kondisi mood seseorang lebih gembira.

Mood yang gembira, didukung oleh lingkungan yang nyaman membuat seseorang betah, dan hal ini dapat membuat seseorang berbelanja lebih banyak lagi.

4. Penempatan produk

Setiap produk yang ditempatkan rak ditempatkan secara strategis.

Sebagai contoh, produk sereal yang lebih berwarna ditempatkan di rak bagian bawah, sementara sereal yang lebih sehat ditempatkan di rak bagian atas.

Hal ini agar posisi produknya setara dengan pandangan anak-anak, sehingga membuat anak untuk minta dibelikan oleh orangtuanya.

Selain itu, produk-produk yang harganya cukup mahal ditempatkan di rak yang bisa dipandang oleh mata, sementara produk berharga murah di bagian paling bawah atau paling atas rak sehingga lebih "tersembunyi".

5. Pembayaran di kasir

Kasir supermarket selalu berada di depan, sehingga jika ada barang yang terlewat maka Moms mau tak mau harus kembali melewati rak-rak produk.

Belum lagi Moms yang juga harus mencari kembali produk, dan ini memakan waktu lama.

Semakin banyak waktu dihabiskan di dalam supermarket, akan memungkinkan Moms berbelanja lebih banyak lagi.

Selain itu, supermarket juga menaruh produk-produk kecil seperti permen, coklat, minuman bersoda di dekat kasir.

Hal ini berhubungan dengan antrian di kasir supermarket yang cenderung lama, sehingga kecenderungan Moms atau Si Kecil akan tertarik membeli produk-produk cemilan tersebut.

Jika Moms ingin menghindari kebiasaan ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Buatlah daftar belanjaan dan coba tetap konsisten untuk belanja sesuai yang sudah ditulis.

2. Sebisa mungkin Si Kecil cukup berada di rumah agar tidak ada belanjaan tambahan.

3. Paling penting, jangan pergi belanja dalam kondisi lapar.


Sumber: tjbdeals.com


Editor: Yakop

Banner ini diiklankan Sekadau.com

Iklan Pemkab HUT RI Ke 73
 
Redaksi Tentang kami Kontak Beriklan
'