Manajer Manchester City, Pep Guardiola, kabarnya menjadi target utama Paris Saint-Germain pada bursa transfer musim panas 2018. (AFP/Oli Scarff)

SEPAKBOLA, SEKADAU NEWS - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, terancam hukuman dari FA karena mengirimkan pesan berbau politik ketika mendampingi timnya bertanding.

Guardiola selalu terlihat mengenakan pita kuning di dada kirinya ketika mendampingi Manchester City. Ketika ditanya tentang pita tersebut pada Desember 2017, Guardiola menyebutnya sebagai dukungan untuk tahanan di Spanyol.

"Saya melakukan itu karena di Spanyol, kami akan ditahan apabila mendukung referendum kemerdekaan Catalunya. Hal itu tidak adil. Selama mereka masih ada di dalam penjara, saya akan mengenakan pita ini," kata Guardiola.

"Mereka dapat menghukum saya karena hal ini, tetapi orang lain berada di dalam penjara. Apabila UEFA, Premier League, dan FIFA ingin menghukum saya, tidak masalah," lanjutnya.

Setelah berkali-kali lolos dari sanksi, Guardiola akhirnya terancam menerima hukuman. FA mendakwa eks pelatih Barcelona itu karena melanggar aturan.

"Pep Guardiola didakwa melanggar aturan FA soal pakaian karena mengirimkan pesan berbau politik pada pita kuningnya. Guardiola punya waktu hingga 5 Maret 2018 untuk merespons tuntutan," tulis FA di situs resminya.

Pep Guardiola merupakan salah satu orang yang mendukung Catalunya merdeka dari Spanyol. Manajer Manchester City itu sempat berpidato di Barcelona jelang referendum digelar pada 1 Oktober 2017.


Sumber: FA
Editor: Hariza
 
Redaksi Tentang kami Kontak Beriklan
'