Sebuah Cerita Berjudul Nangok di Nanga Koman

Ilustrasi (Sumber Gambar: Youtube)


BEGESAH-Salahsatu warganet asal Sekadau menulis sebuah cerita yang berjudul Nangok di Desa Nanga Koman, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Indonesia. Ceritanya dikirim lewat via Facebook kepada Tim Sekadau.com, Sabtu (3/3/2018).

Musim kemarau telah tiba, penduduk desa daerah pedalaman seperti desa Nanga Koman menyambutnya dengan gembira.

Selain tidak menghambat pekerjaan seperti noreh, pogi (pergi ke ladang atau sawah) penduduk desa i i biasanya mengisi waktu luang untuk pergi nangok (mencari ikan di sungai atau bendungan yg sudah hampir mengering).

Kegiatan nangok ini sangat digemari oleh penduduk desa,mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Mereka beramai-ramai pergi nagok.

Bukan hanya nangok, tapi ada juga diantara mereka yang nengkuyonk (mencari keong sungai) dan ada juga yg mencari kijint (kerang sungai).

Suatu hari ketika sedang tidak ada yg nerimak pengari (menerima atau mengajak pergi ke ladang untuk melakukan aktivitas di ladang) ibu-ibu desa Nanga Koman berencana untuk pergi nangok dan nengkuyonk.

Sebuah Cerita Berjudul Nangok di Nanga Koman

Ilustrasi (Sumber Gambar: Youtube)


(Dalam bahasa sekadau)"Oo...bala menak,kelanyur mada pogi tuk kasa gak kita nangok jak boh" (hai saudara saudari,mumpung tidak ada yg mengajak pergi ke ladang mendingan kita mencari ikan saya yuk) ajak bu rakiah.

"Nangok konai co?" (cari ikan kemana bu/bi?) tanya bu Baya.

"Tau semua am konai,kelanyur ari kemarau tuk!" (terserah mau kemana,mumpung sekarang kemarau!)timbalnya lagi

"Boh co,kita nangok sungai koman jak,aik a dah sedank am ke nangok" (yuk bu/bi,kita pergi cari ikan ke sungai koman aja,airnya sudah cocok untuk mencari ikan) ajak bu Aini pula.

"Aa...yak am,nangok aik koman jak tau gak,nyaman samel nengkuyonk" (naaahhh....itu,cari ikan di sungai koman aja,biar mudah juga untuk cari keong sungai) tambah bu Zubaidah.

"Aok boh, kolak a jam 2 kolak a bah" (ita ayo, nanti jam 2 ya) kata bu Rakiah.

Setelah berbincang-bincang merencanakan nangok,ibu-ibu itu pun pulang ke rumahnya masing-masing untuk meniapkan alat ygakan digunakan untuk nangok.

Alat² itu berupa tangok(alat untuk menangkap ijan yg terbuat dari bambu yg bentuknyaseperti kerucut tapi lebar) dan ember.

Tak terasa waktu telah menunjukan pukul 14:00,bu Rakiah dan ibu-ibu lainnya pun pergi nangok.

Mereka memulainya dari hulu sungai koman tepatnya di hulu sempaong.

"Dari nai kita nemula tih co?" (dari mana kita memulainya bi?) tanya bu baya.

"Nun a,dari ulu sempaong nun a.!" (di saba,di hulu sempaong sana.!") jawab bu Rakiah.

"Aok,terojun dari pongkal dak asnah nun eh" (iya,turun dari dekat tempat mandi asnah tu) sambung bu Aini.

"Aok,sempala kit a"(iya,biar lumayanlah ya) kata bu Zubaidah.

Sungai yg dangkal membuat mereka mudah untuk nangok dan nengkuyonk,ditambah sungainya yg bersih dan ikan,udang,tekuyonk juga masih banyak di dalamnya.

Saat nangok
" Hah kau bulih bao"(nah ni dapat ikan bulat/toman) kata bu Zubaidah.

"Huuuuiih,bulih tilant!" (niihh,dapat ikan tilant) kata bu Baya

"Nyeh puk aku bulik patik!" (nih punya saya dapat iakn patik) kata bu Aini.

"Puk aku tuk bulih adonk" (punya saya ni dapat ikan adong)kata bu Rakiah tak mau kalah.

"Ngilik aik tuk bah kasa rayam bulih kita" (menelusuri sampai hilir sungai ini mungkin kita akan dapat lebih banyak) kata bu Zubaidah.

"Yak am co e,mada sia² kita turun nangok" (itu lah bi,idak sia² kita pergi cari ikan)kata bu Baya.

"Dah jasa rayam perulih tuk an,kasa nengkuyonk lok" (dah lumayan ni pendapatannya,mending sekarang cari keing sungai) ajak bu Aini

Sebuah Cerita Berjudul Nangok di Nanga Koman

Ilustrasi (Sumber Gambar: Youtube)


"Yak am,boh kita nengkuyonk,ada gak ke napuk tempuyak" (itu lah,ayo kita cari keong sungai,lumayan ada untuk masak sama tempoyak) kata bu Rakiah.

"Banyak tempuyak piak co?" (banyak tempoyak kah bi?) tanya bu Baya pada bu Rakiah.

"Bamyak di rumah,mauk amik am kolak" (banyak di eumah,mau ambilah nanti) tawar bu Rakiah.

Mencari tekuyonk (keong sungai) lebih mudah didaoatkan pada tempat yg agak berlumpur atau biasanya di tepian sungai.

Setelah mudik menelusuri sungai koman,ibu-ibu itu bertemu dengan anak² yg sedang nangok juga pada saat itu.

Sebuah Cerita Berjudul Nangok di Nanga Koman

Ilustrasi (Sumber Gambar: Youtube)


"Apai jolu dicarik kitak tih?"(apai yg sedang kalian cari?) tanya bu Aini pada anak².

" encarik unank bik e" (mencari udang bi) jawab lisa.

" yak a kamat bawah daon yak a suka banyak unank"

(Tu di bawah daun tu biasanya banyak udang) kata bu Zubaidah

"Ronong bulih kamik tuk a" (lihat yang kami dapatkan ini) kata bu Baya pamer.

"Buiii...banyak bulik dak bibik deh" (wahh...banyak sekali yg didaoatkan bibi semua)kata Aya.

"Bebait kitak yak ak,dak bibik pukang lok" (hati² kalian tu ya,kami pulang duluan) kata bu Aini

"Aok bik" (iya bi) jawab mereka serempak.

Ibu² itu oun lergi meninggalkan mereka yg sedang asyik mencari udang.

Dengan hati gembira ibu² itu pun pulang ke rumahnya masing² karena mendaoatkab ikan hasil tangokan yg lumayan banyak.

Penulis:Juliana Ana J-a
Editor: Yakop

Gambar ini diiklankan oleh Sekadau.com

iklan kpu
 
Redaksi Tentang kami Kontak Beriklan
'