Panglima TNI dan Kapolri Kunjungi Perbatasan di Kalimantan Barat
Foto Bea Cukai Entikong

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jendral Tito Karnavian


SANGGAU, SEKADAU NEWS - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jendral Tito Karnavian kunjungan kerja ke daerah perbatasan Entikong Kalimantan Barat, Jumat (27/4).

Panglima TNI dan Kapolri dalam kunjungan ini didampingi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Republik Indonesia Oesman Sapta Oedang dan Dirjen Bea dan Cukai.

Setiba dilapangan patoka Entikong Panglima dan Kapolri beserta rombongan dengan menaiki bis yang telah disediakan langsung menuju lapangan pos komando taktis (POSKOTIS).

Dilansir dari Suarasanggau.co.id, Kunjungan Panglima dan Kapolri untuk mendengarkan paparan Danrem 121/ABW Brigjend Bambang Ismawan tentang pengabdian tanpa batas tentara di perbatasan.

Setelah mendengarkan paparan Danrem panglima beserta rombongan menuju lapangan untuk melakukan pengarahan Panglima TNI dan Kapolri kepada prajurit TNI dan POLRI di Entikong.

Panglima TNI dan Kapolri Kunjungi Perbatasan di Kalimantan Barat
Foto: Bea Cukai Entikong

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto


Dalam pengarahannya Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan, prajurit TNI maupun Polri harus bangga dan menjadi suatu kehormatan karena ditugaskan di tempat yang paling sulit di negeri ini.

Tidak semua prajurit TNI dan Polri memiliki kesempatan yang sama, berada di perbatasan untuk menjaga negeri.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan pesan, saling bahu membahu antara prajurit TNI dan Polri.

Khususnya yang ditugaskan oleh Negara untuk menjaga negeri ini.

Ingat, setiap kegiatan harus berjalan sesuai dengan SOP, ketahui betul di mana wilayah negara.

Tidak boleh melakukan lintas batas,” kata Panglima di lapangan Pos Komado Taktis Satgas Pamtas RI-Malaysia, Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar.
Panglima TNI dan Kapolri Kunjungi Perbatasan di Kalimantan Barat
Foto: Bea Cukai Entikong

Menurut Hadi, terjalin koordinasi baik dengan aparat yang ada di sana, yaitu anak buahnya Mayjen Jenderal Stepen Mundaw (Panglian Angkatan Darat Diraja Malaysia Divisi I).

“Lakukan komunikasi, apabila ada hal-hal yang memang kita anggap harus dilakukan. Ini adalah tugas negara. Kalian harus menjaga kehormatan. Itu tugas utamanya,” kata Panglima TNI.

Hadi juga senang dan bangga dengan pemaparan tentang petasan (pengabdian tanpa batas tentara di perbatasan) yang disampaikan Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Bambang Ismawan.

Karena program petasan disamping tugas pokok kita menjaga perbatasan, tugas tambahan adalah kita mensejahterakan rakyat di perbatasan.

Panglima TNI dan Kapolri Kunjungi Perbatasan di Kalimantan Barat
Foto: Bea Cukai Entikong

"Yaitu memberikan pendidikan formal, mengajar siswa SD serta melayani masyarakat untuk memberikan kesehatan, pengobatan. Ini akan terus kita tingkatkan,” ujar Panglima TNI.

Rakyat Indonesia, ditegaskan Hadi, memberikan persepsi kepada prajurit TNI dan Polri di perbatasan, memberikan kepercayaan kepada kalian semua.

Oleh sebab itu, kepercayaan rakyat yang diberikan harus dijaga.

Menurut Panglima TNI, prajurit TNI dan Polri sudah menunjukkan solidaritas, integritas yang baik.

Hal itu akan dicontoh stakeholder lainnya, oleh masyarakat.

Sehingga kita kembali pada tugas pokok, apabila kalian bisa melaksanakan tugas pokok dengan baik di sini, kemudian menunjukkan solidaritas yang baik, integritas yang baik, rakyat akan merasa puas dan rakyat memang tidak salah, apabila kepercayaan rakyat kepada TNI dan Polri memang betul apa adanya,” ucap Marsekal Hadi Tjhajanto .

Dalam arahannya, Panglima TNI juga menyampaikan, pemerintah sebentar lagi akan memperhatikan kesejahteraan prajurit TNI dan Polri di perbatasan.

Mudah-mudahan sebelum akhir tahun sudah disampaikan.

Kalian sudah menunjukkan kinerja yang baik dan sinergisitas yang  baik.

"Saya mengimbau diluar tugas pokok dan tugas tambahan, sesuai dengan program yang disampaikan Danrem 121/Abw, bisa disinergikan antara Babinsa, Pamtas untuk kesejahteraan masyarakat. Disinergikan dengan kegiatan Polri,” pesan Hadi.

Contohnya, diharapkan Panglima TNI, bersama-sama mengajar dan memberikan pelayanan kesehatan di perbatasan, memberikan informasi kepada masyarakat.

Karena pilar terpenting dalam di wilayah perbatasan ini adalah kehadiran TNI dan Polri yang bisa dirasakan langsung masyarakat.

Kedatangan Panglima TNI dan Kapolri juga didampingi Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang (OSO) dan Dirjen Bea dan Cukai.

Saya membawa Dirjen Bea dan Cukai juga ada maksud, yaitu membantu Dirjen Bea dan Cukai terhadap masuknya barang-barang ilegal, kita harus mampu untuk menghalau itu.

Namun, semuanya akan diatur kemudian.

"MoU antara Mabes TNI dengan Dirjen Bea dan Cukai sudah dilaksanakan, saya yakin Polri dan Bea Cukai juga sudah melaksanakannya,” ucapnya.

Ketua DPD RI, sebagai wakil daerah, kata Panglima TNI, juga akan mendukung kegiatan-kegiatan di perbatasan.

 “Banyak sekali tugas yang harus kita emban, oleh sebab itu semuanya akan merasa tingan apabila kita melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas. Laksanakan tugas ini sebagai ladang pengabdian yang terbaik untuk menjaga ibu pertiwi yang sama-sama kita cintai,” pungkas Hadi.

Oleh: Er/Dd
Editor: Yakop
Sumber: Suarasanggau.co.id


Gambar dibawah ini diiklankan oleh CV.Sekadau.com

banner gawai dayak sekadau

 
Redaksi Tentang kami Kontak Beriklan
'