Mengapa Tempat Ibadah Jadi Sasaran Bagi Teroris
Sumber Foto: Merdeka.com

ARTIKEL, SEKADAU NEWS -  Dilansir dari Alkitabpedia.com, selain sasaran aparat kepolisian atau markas kepolisian, ternyata sasaran yang sering di Bom oleh para teroris itu adalah Gereja.

Baru-baru (Minggu, 13 Mei 2018) tiga Gereja yang berada di Surabaya di bom oleh oknum-oknum yang menganggap dan tidak menyukuri hidupnya.

Secara logika pengeboman di markas kepolisian lebih “masuk akal” karena dipandang sebagai solidaritas terhadap kawan-kawan mereka yang ditangkapi oleh Detasemen Khusus 88.

Sehingga secara nalar mengatakan aksi itu sebagai balas dendam dan menjadi rentetan kelanjutan terhadap penyerangan polisi di pos-pos terpencil yang marak pada periode 2010-2018 ini.

Agak sulit memang menghubungkan mengapa jaringan teroris mengebom gereja.

Gereja adalah sasaran konvensional yang mudah dan murah.

Lemahnya pengamanan serta terbukanya di kompleks gereja sering menjadi pilihan.

Dan dari segi dampak pemberitaan lebih menarik gereja ketimbang pasar, jembatan atau sekolah.

Bom gereja ini mengingatkan aksi serupa pada malam Natal tahun 2000 dimana banyak gereja menjadi sasaran aksi-aksi serupa. Mulai dari Jakarta hingga Situbondo Jawa Timur.

Hingga yang terakhir pada Minggu 13 Mei 2018.

Apakah sel-sel yang melakukan aksi tahun 2000 telah bangkit sehingga melakukan aksi serupa sekarang?

Pertanyaan itu sulit untuk dijawab karena tokoh-tokoh pemboman tahun 2000 sudah ditembak mati, ditangkap polisi dan dipenjarakan.

Maka menjadi tanda tanya besar mengapa aksi ini untuk kesekian kalinya diarahkan ke gereja.


Aksi balas dendam inilah yang diharapkan oleh pelaku sehingga terjadi efek domino kekerasan yang tidak berujung.

Rasa dendam pasti akan memicu perasaan saling curiga.

Meski mudah ditafsirkan aksi ini oleh teroris tetapi tidak menutup kemungkinan terjadinya gesekan antar umat beragama.

Gereja adalah tempat ibadah orang Kristen.

Maka dengan mudah orang mengatakan pelakunya pasti dari kalangan Non Kristen.

Kedua, pelaku mengarahkan aksinya ke Gereja karena sulitnya menemukan sasaran

Gereja sebenarnya bukan sasaran utama para pelaku teroris melakukan aksinya.

Pemboman gereja hanya dipergunakan menunjukkan kepada publik bahwa kelompok ini masih eksis dan perlu menunjukkan diri.

Bahkan boleh jadi hanya untuk mengingatkan aparat keamanan bahwa masih ada jaringan teroris yang tersisa untuk terus dikejar dan tidak dianggap remeh.

Atau mereka hendak mengatakan kepada publik meski jaringan kecil dapat melakukan aksi yang besar dan menggemparkan.

Jadi, saya sarankan untuk TIDAK MEMBAGIKAN FOTO ATAU VIDEO HASIL PENGEBOMAN karena dengan MEMBAGIKAN kejadian tersebut, sama saja kita mendukung dan membantu mempublikasikan akan kejahatan para teroris.

Jadilah netizen yang cerdas dan bagikan hal-hal yang positif kepada sesama pengguna sosial media.

Bukan agama tertentu yang salah, tetapi orang yang ingin mengadu domba agama tertentu.

Jelas ini bukan perbuatan dari orang-orang beragama, karena semua agama mengajarkan kebaikan kepada para pengikutnya.

Tetapi, dalang dari ini semua yaitu mereka yang benci dengan agama, mereka yang mau menghancurkan agama agar supaya ketika kita mampu di adu domba, maka kita akan mudah untuk saling membenci.

KEKERASAN TIDAK DAPAT DILAWAN DENGAN KEKERASAN;
KEKERASAN HANYA DAPAT DIPADAMKAN DENGAN KASIH

Oleh: Alkitabpedia
Editor: Yakop
Sumber: Alkitabpedia.com

Banner ini diiklankan Sekadau.com

Iklan Pemkab HUT RI Ke 73
 
Redaksi Tentang kami Kontak Beriklan
'