EKONOMI, SEKADAUNEWS - Adanya gerakan penolakan dari petani dan pengurus KUD pada Kamis (25/10/2018) kepada PT. Permata Hijau Sarana terkait quota TBS dan harga yang berbuntut penutupan pintu utama pabrik dan pemagaran areal perkebunan sawit tersebut.

Dari hasil pantauan awak media., pada Rabu (31/10/2018) di areal pabrik PT. PHS terlihat gerbang utama menuju pabrik telah dibuka.

Menurut Heru, selaku humas di PT PHS mengatakan, sejak kemaren sore telah di buka oleh perwakilan KUD sekitar pukul 17:26 wib.

"Sekarang produksi sudah mulai", pungkasnya.

Terkait hal ini,pengurus KUD Gunung Pingai, Sdr. Jaya saat dihubungi, membenarkan perwakilan KUD dan beberapa pengurus telah membuka rantai pintu pabrik.

Pada kesempatan ini Jaya mengatakan, ada pertimbangan dan saran petani terkait pembukaan pintu pabrik.

"kita berharap kedepan ada perbaikan dari kemiteraan ini, demi kepentingan bersama", pungkasnya

Dihubungi terpisah, Yosafat selaku GM PT PHS mengatakan, memang sudah dibuka pintu utama pabrik dan pemagaran areal perkebunan sudah dibuka juga oleh teman-teman pengurus KUD.

"Untuk mengantisipasi hal ini tidak terulang lagi, management akan coba menawarkan beberapa opsi terkait masalah pembatasan quota dan harga dari kelebihan quota," ujarnya.

Terkait hal ini Yosafath mengatakan, peroblema ini sifatnya sudah nasional, artinya bukan hanya di Kalimantan Barat, kita berharap teman-teman pengurus KUD dan petani bisa memahami hal ini.



Oleh: Erry/pb
Editor: Yakop
 
Redaksi Tentang kami Kontak Beriklan
'