KALBAR, SEKADAUNEWS - Penggunaan pakaian adat khas Melayu Telok Belanga dan Baju Kurung terbanyak, resmi tercatat sebagai rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), Senin (5/11/2018).

Ketua MABM Kabupaten Sekadau, Sunardi mengatakan pencatatan rekor tersebut menjadi persembahan bagi masyarakat Bumi Lawang Kuari dan Pemkab Kabupaten Sekadau.

“Alhamdulillah hari ini DPD MABM Sekadau bisa diberikan rekor MURI,” ujarnya usai menerima sertifikat rekor MURI, di lapangan sepak bola EJ Lantu.

Sunardi mengungkapkan target awal penggunaan pakaian adat Melayu Telok Belanga dan Baju Kurung sebanyak 2.500. Ternyata jumlah penggunaan busana yang tercatat sebanyak 3.507 orang.

“Ini menunjukan tingginya antusiasime marwah Melayu karena melebihi target. Ini merupakan gagasan MABM dari awal guna mempersatukan kebersamaan dan semangat,” ujarnya lagi.

Sunardi juga mengapresiasi MABM Kalbar dan 14 kabupaten dan kota se Kalbar yang telah berpartisipasi dalam FSBM Kalbar ke-XII ini, sehingga dalam pelaksanaannya semuanya tumpah ruah dalam menyemarakan FSBM Kalbar 2018 di Sekadau.

“Kami sangat berterimakasih kepada semua pihak. Ini demi masyarakat dan budaya Melayu se-Kalbar,” tandasnya.

Sementara Bupati Sekadau, Rupinus, SH., M.Si mengucap syukur Kabupaten Sekadau dapat tercatat dalam MURI dalam kategori berbusana Telok Belanga terbanyak.

Hal ini, kata dia, merupakan sejarah baru bagi Sekadau.

“Ini pertama kali Bumi Lawang Kuari tercatat di MURI. Terimakasih kepada panitia dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Ia mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan batu loncatan kedepannya. Pasalnya, kata dia, tak menutup kemungkinan Sekadau kedepan dapat kembali mencatatkan nama di MURI.

“Tentu kedepan harus dipikirkan. Hal-hal yang bersifat unik dan menarik sehingga bisa memecahkan kembali rekor MURI, kan nanti masih ada even,” pungkasnya.

Oleh: Mussin
Editor: Yakop
 
Redaksi Tentang kami Kontak Beriklan
'