BISNIS, SEKADAUNEWS - Menyikapi pembatasan kuota pengiriman TBS petani plasma yang berkitra dengan PT.MPE, Kepala desa Engkersik Florencius Sumardi mengambil langkah antisifatip dengan mengundang manajemen PT.MPE,dan seluruh pengurus KUD se-kedesaan Engkersik.

Pertemuan tersebut dilaksanakan pada Rabu (7/11) 2018 di balai desa Engkersik desa Engkersik kecamatan Sekadau Hilir.

Kepala Desa Engkersik dalam sambutannya mengatakan pertemuan ini bertujuan untuk meminta penjelasan dari management PT.Multi Prima Entakai (MPE) terkait pembatasan kuota TBS petani plasma.

Menurut Kades, pertemuan  laksanakan,selain megundang managemen PT.MPE,kades uga mengundang pihak bank yang bermitra dengan KUD di desa Engkersik.

Dalam pertemuan ini, para pengurus KUD dihqrqpkan bisa menyampaikan keluhan angota dengan kepala dingin dan mengedepankan musyawarah dan mufakat.

Kasi pemerintahan dan umum kantor camat Sekadau hilir Agus Indarto S.Sos.dalam sambutannya mengharapkan agar pembatasan kuota pengiriman TBS ke pabrik jangan di samakan antara kebun plasma dengan kebun petani Mitra/Revite.

"Pengurus KUD harus menyampaikan keluhan secara jelas, dan pada pertemuan diharapkan menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima semua pihak,"harapnya.

General Manager PT.MPE. Putut Sudarmaji menerangkan,untuk saat ini industri kelapa sawit sedang mengalami kelesuan.

"Sehingga perusahaan mengalami kesulitan pada lalu lintas air dan tangki penampungan CPO.
"Bersifatnya sementara dan darurat".
Kita sangat berharap situasi seperti tidak berlangsung lama,dan jika kondisi  sudah normal kita akan kembali seperti biasa,"ujarnya.

Lebih lanjut Putut menambahkan,dalam menetapkan kuota TBS kepada KUD, kami berdasarkan riwayat pengiriman TBS  petani sejak agustus 2018 sampai oktober,dan di ambil rata-rata masing - masing KUD. untuk saat ini,PKS hanya beroprasi 50 % dari kapasitas nya

Sementara itu, para pengurus KUD yang berada di desa Engkersik  berharap agar pembatasan kuota yang di berlakukan saat ini di tinjau ulang dan berharap pihak perusahaan bisa mencari solusi lain yang sama sama menguntungkan.

Terpisah, ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) kabupaten Sekadau Bernadus Mohtar mendukung apa yang  di usulkan oleh para pengurus KUD, dan meminta kepada pihak perusahaan untuk mempertimbangkan usulan dari para penggurus KUD,agar pihak  perusahaan mengutamakan TBS dari petani mitranya, karena kata Mohtar, KUD yang ada saat ini telah bermitra dengan perusahaan sejak berdiri hingga saat ini dan sudah hampir 25 tahun.

Oleh: Er/Sd/Kd
Editor: Yakop
Sb: SuaraKalbar
 
Redaksi Tentang kami Kontak Beriklan
'