oleh

Inilah Pengakuan 3 Orang Terkait Pak Warimen Penjual Bakso Di Sanggau

SANGGAU, sekadaucom – Bapak Warimen Penjual Bakso yang Berdomisili di Jalan Pangsuma Kel. Beringin Kec. Kapuas, Kab. Sanggau, warga asli Jawa Tengah, Kab. Wonogiri menjelaskan adanya pemberitaan sehingga merasa dirugikan yang biasa jualan setiap hari, sekarang belum bisa jualan dikarenakan masih ada isu yang beredar di seputaran Kabupaten Sanggau.

Dari keterangan Bapak Warimen, Kemungkinan panci yang Berisi Cabe yang sudah di Giling dan berada di atas kompor dikarenakan Bapak Warimen lupa menutup tanpa disengaja kemungkinan ada cicak yang terjatuh masuk kedalam panci,

Sehingga waktu mengisi botol cabe langsung pergi berjualan.

Dalamnya kronologisnya dari penjual bakso menjelaskan Adapun kejadian ekor cicak itu sebenarnya yang berada dalam botol cabe saat pedagang mencurahkan cabe ke kuah itu langsung masuk ke kuah dan bercampur dengan bakso.

Adapun Anggota Polsek saat menginvestigasi ke dalam dandang berisi kuah yang waktu diangkat dalam panci itu adalah sebenarnya tulang ayam bukan cicak.

Tujuan tulang ayam dari kaki sampai tulang dada dan leher itu untuk supaya kuah pentol bakso memiliki aroma, rasa yang lezat dan gurih.

Tomin penjual bakso keliling yang bertempat di Jl. Pangsuma menjelaskan pada saat memasukan kuah dan hendak diberikan sambal cabai barulah keluar ekor cicak tersebut dan kemungkinan saja itu hanya keteledoran dan ketidak sengajaan dari penjual bakso pentol kuah.

Adapun yang ditemukan dalam kuah pentol bakso tersebut merupakan imbas dari ekor cicak yang termasuk ke dalam botol cabe.

Bapak Warto selaku abang kandungnya menjelaskan sebenarnya kejadian itu tidak sengaja,

Kalau bakso cicak di campur Tikus itu tidak mungkin dan tidak masuk akal,

Karena mau menangkap cicak saja sulit, Sambung Bapak Warto, apalagi tikus lebih susah dan tiap hari harus dibikin gilingan bakso harus membutuhkan berapa banyak binatang tersebut.

Boymen selaku penjual daging ayam menjelaskan bahwa pak Warimin belanja ayam setiap hari sebanyak 5 kg dan digunakan sebagai bahan baku untuk bakso yang dijualnya.

Begitu juga dengan pedagang daging sapi Bapak Syaeri menjelaskan memang benar kalau Bapak Warimin setiap harinya membeli tetelan daging sapi sebanyak 1 kg sebagai bahan baku untuk campuran pembuatan bakso yang akan dijualnya.

Suyanto yang punya penggilingan bakso menjelaskan bahwa Bapak tersebut menggiling bakso dengannya setiap hari.

Antara lain daging ayam 5 kilo dan tetelan daging sapi 1 kilo gram untuk campuran pembuatan bakso.

Adapun pedagang ayam dan pedagang daging sapi juga yang punya gilingan bakso bertempat usahanya di Jalan Pangeran Mas Pasar Senggol Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau “Tuturnya”.(er)

Sb: Mentarikhatulistiwa.co.id/Aristia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca juga