oleh

Konferensi Pers Akhir Tahun 2018, Kapolda Kalbar Sampaikan Ini

Bidang Anggaran

“Tahun 2018 ada satu koma satu tujuh puluh empat triliun yang harus kami pertanggungjawabkan, 64% nya untuk belanja pegawai selebihnya untuk belanja barang dan belanja modal,” tutur Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Bidang Oprasional

Ada empat golongan kejahatan di Polri, yang pertama adalah kejahatan konfensional, kemudian ada kejahatan trans nasional, kejahatan terhadap kekayaan negara, dan yang keempat adalah kejahatan berkotijensi.

Dari Januari hingga Desember tahun 2018 Polda Kalbar mencatat ada 5.903 kasus kejahatan yang dilaporkan, sedangkan di tahun 2017 ada 5.984 kasus.

“Secara angka memang turun, tapi secara kejahatan konfensional juga turun dari 5.011, di 2018 turun menjadi 4.623. Namun untuk transnasional crime ada 724 kasus yang kita proses, kalau dibandingkan dengan 2017 ada 592,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

“Kenapa ini meningkat, ini berarti yang melaporkan adalah petugas, entah itu dari Polrinya, entah itu dari TNI-nya, ntah itu dari Satpol PP-nya, pokoknya semua laporan yang ditangkap oleh masyarakat pasti meningkat contohnya itu Narkoba yang harus ditemukan,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Kasus kejahatan konfensional adalah laporan dari masyarakat sementara kejahatan transnasional crime pelapornya adalah petugas. Begitu juga terhadap kejahatan kekayaan negara yang memerlukan keaktifan Polri untuk menyelidiki dan melaporkan.

“Di tahun 2018 ada 556 kasus dan di tahun 2017 380 kasus, ini meningkat sebanyak 89,9%. Sehingga empat jenis kejahatan tersebut secara umum turun di 2018. Karena keaktifan kita melakukan penangkapan, melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya merugikan kekayaan negara,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Crime Index adalah kejahatan-kejahatan yang menjadikan atensi. “Jadi penentuan Crime Index itu adalah tingkat keseringan kejahatan itu terjadi di satu tempat tertentu. Jadi disini di Kalimantan Barat yang paling sering terjadi adalah Penganiayaan dengan Pemberatan, pencurian biasa, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, curanmor, dan yang terakhir adalah laka lantas,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Dari Crime Index tersebut tercatat pada tahun 2018 ada 3.630 kasus. Jika dibandingkan dengan tahun 2017 dengan 3.695 kasus, kejahatan mengalami penurunan.

“Turun sedikit, turun sedikit untuk kejahatan-kejahatan yang masuk Crime Index. Yaitu turun kurang lebih 65 kite presentasekan ada 40% turunnya,” ucap Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Untuk kasus narkoba, di tahun 2018 Polda Kalbar berhasil mengungkap sebanyak 771 kasus. Kapolda mengatakan hal ini karena keaktifan dari petugas sehinga pengungkapan kasus meningkat dari 2017 lalu yang berhasil mengungkap 530 kasus.

Jenis-jenis narkobanya adalah, ganja, ekstasi, dan sabu tambah happy five. Paling banyak adalah sabu. Ini selalu aja setiap hari ini para Kapolres selalu melaporkan kalo ngak narkoba, curanmor, yang setiap hari hampir mendominasi kejahatan di Kalimantan Barat.

”Untuk narkoba kami sudah sepakat, pengedar, pemodal, bandar, tembak. Tembak tapi tidak mematikan. Ini tentunya menjadi suatu daya tangkal terhadap hal hal yang terkait dengan pencegahan kejahatan,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Dalam kesempatan tersebut Irjen Pol Didi juga menyampaikan bahwa pihaknya juga telah melakukan profiling terhadap pelaku narkoba.

“Kalau dari gendernya memang lebih banyak pria. Jumlah totalnya ada 1.006 pelaku narkoba selama tahun 2018. Jadi kalau kita bagi 365 satu hari rata-rata dua sampai tiga orang pelaku narkoba yang kita tangkap,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga