oleh

Konferensi Pers Akhir Tahun 2018, Kapolda Kalbar Sampaikan Ini

Kriminal Khusus

Selanjutnya penangannan kasus oleh Dit Reskrimsus, untuk tahun 2017 ada 52 kasus korupsi yang ditangani sementara 2018 menurun 44 kasus. Kasus yang terkait dengan perbatasan seperti ilegal logging, human traficking, dan seterusnya ada 123 kasus.

“Terkait dengan ilegal logging sendiri ada 81 kasus kemudian ilegal maining ada 146 kasus sementara itu kasus ITE tahun 2018 ada 37 ini paling banyak pada saat pilkada kemaren kalau dibandingkan dengan 2017 lalu yang memang belum ada pilkada itu hanya 19 kasus,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Sementara itu, kasus Karhuta ada 29 dibandingkan 2017 hanya 3 kasus.

“Kemaren kita dengan bapak Pangdam dibantu dengan semua komponen yang terkait ada juga pak Nyarong bersama-sama dengan Manggala Agni, semua. Kita proses semuanya dan tersangkanya ada 34 orang,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH berharap di tahun 2019 nanti penanganan kasus karhutla bisa lebih sedikit, mengingat Karhutla tahun 2018 banyak memakan korban bahkan ada yang meninggal dunia.

Untuk penanganan kasus Satgas Pangan jumlahnya ada 62 kasus yang diproses dengan tersangkanya sebanyak 62 orang dan hampir seluruhnya sampai proses sidik di Kejaksaan.

“Satgas pangan kita kemarin mendapat apresiasi dari Mabes Polri, karena paling aktif dan paling banyak menangani kasus se Indonesia sebanyak 189 kasus. Ini berkat berkolaborasi dengan satgas pangan provinsi, bersama-sama melakukan upaya-upaya penindakan sehingga stabilitas harga dan ketersediaan sembako benar-benar dapat terjaga,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga