oleh

Konferensi Pers Akhir Tahun 2018, Kapolda Kalbar Sampaikan Ini

Ilegal Fishing

“Ini kemaren menangkap kepiting yang mau diseludupkan ke Malaysia melalui Jagoi Babang sebanyak 3081 ekor yang mana satu ekor kepiting itu telurnya setidaknya ada dua juta telur. Sehingga jika dikalkulasi dengan rupiah ada 7.602.000.000 rupiah bisa kita selamatkan. Akhirnya kita serahkan ke karantina untuk dibudidayakan,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Lalu Lintas

Terjadi penurunan kecelakaan lalu lintas dari 1281 kasus di tahun 2017 menjadi 1149 di tahun 2018.

Faktor kecelakaan lalu lintas ada empat, manusia, kendaraan, sarana prasarana jalan, dan alam. Dari empat faktor ini faktor manusialah penyebab utama. Sebab 80% faktor kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh ulah manusia.

“Sebelum memberikan tanda driving license kita memberikan pelatihan-pelatihan, mulai dari safety riding sampai dengan safety driving. Ini sudah kita lakukan selama 2018 ini sehingga konsumen atau calon pembeli kendaraan sudah ada bekal,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Jumlah Tahanan

Terlepas dari penyelesaian kasus kejahatan, Kapolda Kalbar juga menyampaikan bahwa jumlah tahanan ikut mengalami kenaikan dari 9.757 orang tahanan di tahun 2017, naik menjadi 10.711 orang tersangka di tahun 2018.

“Perlu saya sampaikan bapak ibu, tahanan kita di tahun 2017 itu totalnya ada 9.757 orang, sedangkan 2018 naik menjadi 10.711 orang. Di tahun 2017 tahanan perempuan ada 1.161 orang, kemudian untuk 2018 perempuan ada 1.634 orang, naik,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Begitu juga laki-lakinya, tahun 2017, 4.208 orang, sedangkan di tahun 2018, meningkat jadi 9.347 orang. Irjen Pol Didi mengatakan, tahanan-tahanan yang jumlahnya selalu membengkak ini kebanyakan tersandung kasus Narkoba.

“Mudah-mudahan di tahun 2019 nanti bisa memberikan efek deteren. Sehingga mereka-mereka yang pernah ditahan tentunya akan menyampaikan kepada masyarakat tidak enaknya ditahan itu. Jangankan ditahan baru diproses aja udah ndk enak apalagi ditahan,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenseral Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Untuk informasi, kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji, Pangdam XII Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, Kepala BNN Provinsi Kalbar, Brigadir Jenderal Polisi Suyatmo, yang mewakili Danlanud, yang mewakili Danlantamal, Kejati Kalbar, Baginda Polin Lumban Gaol, Forkopimda Kalbar, para tokoh masyarakat dan awak media.

Rilis: Humas Polda Kalbar/ Cucu Safiyudin

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga