oleh

Senilai 2M Lebih Ikan Arwana Asal Irian akan Diselundupkan Ke Malaysia

SANGGAU, SekadauCOM – Sekitar 4.500 ekor dengan nilai uang Rp 2.250.250.000 ikan arwana (scleropages jardini) asal Irian yang akan diselundupkan ke Malaysia melalui PLBN Entikong yang akan dikembalikan ke habitat aslinya di Irian.

Kepala pusat Karantina Ikan pada press release di BKIPM Entikong, Reza Priyatna, menfatakan, pengiriman anak ikan arwana asal Irian sudah kami pantau sejak dari Irian hingga tiba di Kalbar.

Menurut Reza, pihak karantina ikan sudah mendapatkan informasi awal sejak pengiriman dari Papua. Pemantauan terus dilakukan kemana tujuan pengiriman ikan arwana dalam jumlah besar itu.

“Dari Papua berjumlah 5.000 ekor, ketika sampai di Kalbar tinggal 4.500 ekor karena banyak yang mati dalam perjalanan.” Ungkap Reza, Senin (14/1/2019).

Dijelaskannya, kasus penyelundupan ikan arwana asal Irian ini terus dikembangkan kepemilikannya di Pontianak,

hasilnya didapati seorang penerima yang mengurus pengiriman ke Malaysia dengan inisial W. Begitu juga pengurus di Jakarta namanya sudah dikantongi petugas.

Ditegaskan Reza, bahwa ikan arwana asal Irian tidak bisa dilepas liarkan di Kalbar.

Karena bisa menjadi predator di habitat Kalbar, karena itu ikan arwana asal Irian ini dikembalikan ke habitat nya di Irian.

Kepala stasiun KIPM Pontianak, Miharjo menyampaikan bahwa berawal dari kecurigaan petugas karena sejak bulan November, Desember 2018 dan Januari 2019 di mana kerap ada pengiriman ikan hias jenis arwana asal Irian ke Kalbar.

“Kalbar banyak ikan arwana kenapa rutin masuk ikan asal luar, ini membuat kami curiga dan terus melakukan pengawasan.” Jelas Miharjo.

Dia mengakui, bahwa ini adalah kejadian yang kesekian kalinya di mana ikan arwana asal Irian kerap diseludupkan ke luar negeri.

Kerugian negara cukup besar jika ikan arwana sampai lolos ke Sarawak (Malaysia).

“Kami akan terus meningkatkan pengawasan baik di bandara, pelabuhan laut dan PLBN Entikong,” tegas Miharjo.

Terpisah kepala BKIP ENTIKONG, menyampaikan pihaknya terus meningkatkan kerjasama lintas instansi di Entikong untuk mengawasi jalur darat perbatasan RI-Malaysia.

“Bisa terungkap karena kerjasama lintas instansi diperbatasan, ini adalah penggagalan terbesar di awal tahun,” beber Giri Pratikno.

Terkait kasus penyeludupan ikan arwana asal Irian ini terus dilakukan pengembangan karena ini adalah jaringan teroganisir, pungkasnya.(Tim Liputan)

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga