oleh

Pelajar SMAN 01 Belitang Kerjakan Tugas Kelompok Seputar Perayaan Imlek Dan Cap Go Meh

BELITANG | Sekadaucom – Sebanyak 7 orang pelajar dari SMAN 01 Belitang melaksanakan tugas kelompok pendidikan Kewarganegaraan  ke Klenteng Tri Darma Belitang dengan tujuan wawancara adalah untuk mencari informasi seputar perayaan imlek dan cap go meh, Kamis (21/2/2019) lalu. Mereka di sambut oleh dua orang pengurus klenteng yaitu Indra Gunawan dan Akiat.

Meriana, pelajar kelas XII (12) IPA 1 yang merupakan ketua kelompok tugas tersebut mengatakan bahwa hal ini perlu karena setelah di lakukan pewawancaraan, selanjutnya akan mereka presentasikan di kelasnya pada mata pelajaran pendidikan kewarga negaraan.

“Tugas kami adalah melakukan pewawancaraan pada pengurus klenteng ini untuk mencari informasi tentang perayaan imlek dan cap go meh serta sebagai penambah pengetahuan kami akan hal – hal mengenai seluk beluk imlek, cap go meh dan simbol – simbol yang ada di Klenteng Tri Darma ini, ” ungkapnya usai menggali informasi tersebut.

Indra Gunawan yang akrab di panggil Tetsun sebagai salah satu pengurus Klenteng Tri Darma Belitang mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya bagi pelajar SMAN 1 Belitang mewawancara mereka dengan konsep layaknya seorang jurnalis.

“Hal ini sangat bagus sekali mengingat selama ini belum pernah ada pelajar yang merekam dan mewawancara kami seperti tugas para wartawan atau jurnalis, ” pujinya mengomentari.

Ia membenarkan pula maksud dan tujuan para pelajar kelas XII (12) IPA 1 SMAN 1 Belitang datang ke Klenteng Tri Darma yang hanya berbatas tembok semen saja dengan masjid besar Sirajuddin di ibu kota Kecamatan Belitang adalah untuk menggali informasi sebagai bahan pelaksanaan tugas sekolah.

“bahkan semua simbol – simbol bangunan, lukisan dan patung – patung yang ada di sini di tanya kan oleh mereka, ” ungkapnya menambahkan.

Imlek dan Cap Go Meh dilaksanakan sebagai wujud dari rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan bentuk penghormatan terhadap dewa tertinggi di langit.

Pelaksanaannya pada saat itu adalah pada malam hari dengan diterangi lampu-lampu yang kita kenal dengan sebutan lampion.

Lampion itu sendiri memiliki makna kesejahteraan hidup. Kemudian untuk Barongsai melambangkan kegembiraan dan naga melambangkan ketangguhan atau keperkasaan.

Makna ketiganya tidak dapat dipisahkan sehingga pada saat itu hal – hal tersebut dipercaya mampu membantu warga masyarakat mengusir roh-roh jahat yang ada.

Kemudian Cap Go Meh dikembangkan pada masa dinasti kekaisaran Tang. Pelaksanaannya tidak lagi di istana kerajaaan akan tetapi sudah mulai diikuti juga oleh masyarakat luas.

Secara singkat Tetsun dan Akiat juga menjelaskan bahwa imlek dan Cap Go Meh adalah acara perayaan Tahun Baru denga rasa syukur pada kalender etnis tionghoa, tempat dan waktu berkumpulnya keluarga, ada jamuan sekeluarga, serta sebagai wadah anjangsana serta liburan yang mengenakkan.

Klenteng Tri Darma Belitang memiliki simbol – simbol berbagai simbol – simbol dewa seperti simbol nanga langit, dewa rejeki, dewa perkebunan, dewa air, dewa petir serta dewa tanah.

Kedepan ia berharap ada banyak pengunjung datang ke Klenteng Tri Darma Belitang agar tau dan melihat bahwa keberagaman juga hadir di pusat ibu kota kecamatan Belitang.

(yk/pewarta27)

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga