oleh

Bawaslu Provinsi Kalbar Anggap C1 Foto Copy Tidak Memenuhi Syarat Bukti

SEKADAU | SEKADAUCOM – Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat akhirnya mengeluarkan keputusan resmi melalui sidang terbuka yang di laksanakan di kantor bawaslu Kalbar, Jum’at (24/5/2015), sebelumnya melalui proses panjang dengan melaksanakan tiga kali persidangan.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Sekadau sebagai pihak pelapor Jefray Raja Tugam yang didampingi salah satu Caleg Demokrat dapil 1 Sekadau Valentinus, pada Senin (27/5) 2019 di kediaman ketua DPC Demokrat Sekadau, kepada sejumlah wartawan menjelaskan, gugatan yang dia sampaikan ke bawaslu Provinsi adalah meneruskan keberatan dari saksi partai Demokrat kabupaten Sanggau pada saat pleno di kabupaten Sanggau.

Hal tersebut berkaitan dengan hasil perolehan suara dari salah satu caleg DPR-RI partai Demokrat dapil Kalbar 2 ungkapnya.

“Kalau mengacu pada pormulir C1 poto copy, yang kita miliki, sebenarnya selisih suara cukup banyak, namun karena pihak kita tidak memiliki C1 asli, maka Bawaslu Provinsi memutuskan dan menganggap bahwa barang bukti yang kita ajukan untuk mengajukan gugatan dianggap tidak cukup bukti dan tidak memenuhi syarat hukum”, terang Jefray.

Oleh karena itu, berdasarkan keputusan persidangan, Bawaslu Provinsi Kalbar merekomendasikan tiga poin terhadap terlapor sebagai berikut.

Pertama, Menyatakan laporan pelapor tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan pelanggaran Administrasi Pemilihan Umum terhadap perubahan pormulir dari C1 ke DAA 1.

Kedua, menyatakan terlapor telah terbukti melakukan secara sah dan meyakinkan melakukan pelangaran terhadap tata cara, prosedur dan mekanisme tidak menyerahkan seluruh model pormulir DAA 1 DPR-RI kepada saksi dan panitia pemilihan kecamatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.

Ketiga, memerintahkan kepada KPU kabupaten Sanggau untuk memberikan sangsi dengan tidak menjadikan panitia pemilihan kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau sebagai penyelenggara pemilu berikutnya.

Dengan dikeluarkan keputusan ini, sambung Jefray, pihaknya merasa kurang puas, namun ia menyatakan enggan melanjutkan ke MK karena masa untuk mengajukan gugatan sudah berakhir.

(yk/er/drn)

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga