oleh

2.349 Kasus Pasien Positif Virus Corona di DKI Jakarta

2.349 Kasus Pasien Positif Virus corona (Covid-19) di DKI Jakarta update 14 Maret atau bertambah 107 kasus dari hari sebelumnya.

Data tesebut dilansir dari dari corona.jakarta.go.id yang diakses, Selasa (14/4/2020) pukul 12.09 WIB

Dari data tersebut jumlah pasien Positif Virus corona (Covid-19) yang dinyatakan sembuh per Selasa mencapai 163 orang, dengan 243 lainnya meninggal.

Sementara itu, sebanyak 1.385 pasien Positif Virus corona (Covid-19) lainnya masih dirawat.

Sedangkan, sebanyak 588 pasien masih menjalani isolasi secara mandiri. Kemudian, masyarakat yang masih menunggu hasil tes sebanyak 876 orang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak Jumat (10/4) telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona.

Dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 yang ditandatangani Gubernur Jakarta Anies Baswedan, sejumlah kegiatan dalam PSBB dibatasi, seperti kegiatan pendidikan, ekonomi, keagamaan, dan sosial budaya.

Namun begitu, pada hari ke-4 pemberlakuan PSBB di Jakarta atau Senin (13/4), masih terdapat perusahaan yang melanggar aturan. Penumpukan penumpang kereta api juga terjadi di sejumlah stasiun.

Pasien Positif Virus Corona di DKI Jakarta
Ilustrasi Pasien Positif Virus Corona di DKI Jakarta

Pemprov DKI pun telah menyiapkan bantuan sosial (bansos) kepada sekitar 1,2 juta orang yang terdampak pandemi virus corona. Bantuan ini juga berlaku bagi warga yang tak ber-KTP DKI.

Masyarakat yang berhak mendapatkan bansos antara lain warga yang memiliki KTP DKI dan yang tidak memiliki KTP DKI dengan berpenghasilan kurang dari Rp5 juta per bulan.

Kedua, karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau dirumahkan dengan pengurangan atau tidak Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Irmansyah menyatakan masyarakat dapat mengecek status penerima bantuan dengan menghubungi call center Dinsos DKI melalui nomor telepon (021) 426 5115 atau melalui pengurus RW setempat.

Bansos ini didistribusikan setiap hari, 9-24 April, bagi warga atau masyarakat miskin dan rentan miskin.

(yk/dmi/wis)

Komentar

Berita Sekadaucom