oleh

KARTINI & KORONA

SEKADAUCOM — Hari ini tidak seperti biasanya, tidak ada keramaian, tidak ada karnaval, tak juga terlihat kehebohan para ibu-ibu dan remaja putri mengenakan pakaian kebaya. Bahkan di media sosial pun status ucapan tak seramai seperti biasanya.

Padahal hari ini, Selasa 21 April 2020, adalah peringatan Hari Kartini. Hari emansipasi, hari peringatan kesetaraan gender. Kartini tertutupi oleh bayangan Korona.

Pada masanya, di zaman kolonial, di zaman Kekeratonan, masa dimana perempuan tak dianggap – tak memiliki peran sosial di masyarakat.

Harus manut dengan orang tua, patuh dengan suami tanpa syarat, tak berhak bersuara mengutarakan pikiran.

Raden Ajeng Kartini, seorang wanita keturunan ningrat yang harusnya memberi keteladanan kepatuhannya kepada masyarakat, justru melakukan hal yang bertentangan pada eranya.

Ia melakukan perlawanan, mengutarakan isi pikirannya menentang perlakuan terhadap perempuan yang menurutnya diskriminatif melalui tulisan-tulisan di surat-suratnya.

Ia ingin perempuan sama perlakuannya, bisa bersekolah, berhak bersuara di tengah masyarakat.

Perempuan kekinian disadari atau tidak adalah buah dari perjuangan Kartini terdahulu, ada banyak perempuan yang kini telah menduduki jabatan public dan strategis disegala bidang saat ini.

Sungguh tak ada lagi perbedaan gender, kesempatan dan kesetaraan sama adanya di Republik ini dalam bidang dan hal apapun.

Pandemi Virus Korona

Ditengah badai virus corona yang mendera saat ini, hingga perayaan hari Kartini pun harus ditiadakan bahkan terkesan hampir terlupakan.

Peran perempuan tentulah sangat diharapkan dalam upaya mengatasi dan melewati wabah pendemi yang telah mengglobal ini.

Tentunya ada banyak peran yang bisa dilakukan oleh semua perempuan disegala bidang dan semua strata dimasyarakat.

Mentaati himbauan pemerintah seperti menggunakan masker dan menjaga jarak,

lalu mengajak keluarga dan warga lainnya untuk juga turut melakukannya, adalah bentuk peran serta memerangi wabah Korona itu.

Hari ini memang tak ada perayaan Kartini dengan “Berkebaya”, tetapi setidaknya semangat dan cita-cita Kartini tetaplah harus terjaga di hati dan sanubari para wanita Indonesia sehingga bangsa ini semakin maju dan jaya. “Selamat hari Kartini, 21 April 2020”

Tulisan ini didedikasikan pada perempuan pejuang di tengah badai pendemi korona – By : L. Sahat Tinambunan

ar kartini dan korona
RA. Kartini.

Komentar