oleh

Dana Desa Boleh Digunakan Untuk Penanganan Covid-19

Sekadau — Dana Desa (DD) boleh digunakan untuk penanganan pencegahan penyebaran virus Corona, Bupati Sekadau minta penggunaan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bupati Sekadau Rupinus menyebut saat ini terdapat 87 Desa di Kabupaten Sekadau.

“Kita ini ada 87 Desa, dan DD sudah cair semua untuk tahap pertama. Jadi dana Desa itu formulasinya kan 30% untuk fisik, 70% untuk pemberdayaan masyarakat,” jelas Rupinus, Senin (6/4).

Rupinus menjelaskan dana pemberdayaan masyarakat itulah yang dapat digunakan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di setiap desa.

“Nah dari situlah kita bisa sisihkan untuk kegiatan penanganan pencegahan penyebaran virus Corona ini.” ujar Rupinus.

“Misalnya untuk beli alat semprot disinfektan, Sosialisasi, dan lainnya,” tambah orang nomor satu di Kabupaten Sekadau itu.

Menurutnya saat ini juga sudah banyak desa yang menggunakan DD untuk upaya pencegahan penyebaran Covid-19, secara mandiri. Seperti di Kecamatan Sekadau Hulu, dan Kecamatan Belitang

“Itu diperbolehkan yang penting penggunaan jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.”

“Bukti pembelian harus jelas, itu boleh digunakan karena situasi kita saat ini,” pungkasnya usai menyalurkan bantuan alat cuci tangan di halaman kantor Bupati Sekadau. (yk/mussin/hms)

Baca juga artikel lainnya:

dana desa jokowi
Presiden Joko Widodo.ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama.(SIGID KURNIAWAN)

Jokowi: Gunakan Dana Desa untuk tangani COVID-19

JAKARTA — Dilansir dari Antara, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta anggaran Dana Desa yang totalnya mencapai Rp72 triliun dapat juga digunakan sebagai bantuan sosial untuk menangani dampak COVID-19, selain digunakan untuk program padat karya tunai.

“Dana desa bisa kita gunakan untuk dua hal, pertama bantuan sosial warga desa yang terdampak, dan yang kedua program padat karya tunai di desa ini yang harus dipercepat,” kata Presiden dalam rapat terbatas tentang Percepatan Program Padat Karya dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.

Selain untuk penanganan COVID-19, Presiden minta Dana Desa gencar digelontorkan untuk membangun program padat karya tunai, agar daya beli masyarakat di pedesaan tidak menurun. Dengan adanya program padat karya tunai, diharapkan timbul banyak lapangan pekerjaan yang bisa meningkatkan pendapatan masyarakat di desa.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta jajaran kementerian dan lembaga meningkatkan program padat karya tunai dalam berbagai program pembangunan.

Kepala Negara melihat beberapa kementerian dan lembaga memiliki program-program yang bisa dikaitkan dengan padat karya tunai seperti program infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Kementerian Perhubungan, program ketahanan pangan di Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta berbagai program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kementerian BUMN.

“Ini dalam keadaan tidak normal, dan masyarakat dalam posisi yang sulit. Oleh sebab itu memperbanyak padat karya tunai menjadi kewajiban semua kementerian, lembaga dan daerah. Kalau biasanya hanya membuat 10, sekarang 50, paling tidak lima kali lipat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi meminta pencairan anggaran Dana Desa untuk dipercepat. Hingga akhir Maret 2020, anggaran Dana Desa yang sudah tercairkan baru 32 persen atau Rp9,3 triliun dari total tahap pertama pencairan tahun ini yang sebesar Rp28 triliun,

“Artinya dari total Rp72 triliun baru 13 persen yang sudah tercairkan, masih kecil sekali,” ujarnya.(antara)

Komentar

Berita Sekadaucom