oleh

Wabup Sekadau Minta Warganya Jangan Mudik Dulu ataupun pulang dan balik kampung, karena ditakuti menjadi OTG

Sekadau – Ibadah puasa tahun 2020 ditengah wabah tentu akan terasa berat lantaran bukan saja menahan haus dan lapar.

Momentum safari ramahdan yang setiap tahun berjalan harus dibatalkan ditengah wabah. Perantauan diminta untuk tidak mudik ataupun pulang dan balik kampung, karena ditakuti menjadi OTG.

“Kepada saudara-saudara yang melaksanakan puasa, mungkin kali ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena suadara-saudara melaksanakan ibadah ditengah wabah, dan ini jelas ujian yang sangat berat. Pemda sekadau yang setiap tahunnya menyelenggarakan safari ramadhan pun harus membatalkan agenda tersebut,” ungkap Wakil Bupati Sekadau, Aloysius kepada Gesuri.id, Sabtu (25/4).

Ketua DPC PDI Perjuangan Sekadau itu melanjutkan, puasa jelas bukan sekedar menahan haus dan lapar, tapi kita harus tetap bergotong royong, serta tetap harus memiliki kepedulian terhadap sesama.

“Saya juga berpesan kepada saudara-saudara kita warga kabupaten sekadau baik yang melaksanakan ibadah puasa atau tidak, dimana pun berada supaya mentaati segala himbauan pemerintah.” Paparnya.

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah kabupaten sekadau memohon kepada seluruh warga sekadau diperantauan, agar jangan mudik ataupun pulang kampung selama wabah ini. Bersama kita berperang melawan corona dengan memutuskan mata rantai penyebarannya,” tegas Alloy sapaan akrabnya.

Politisi partai berlambang moncong putih itu menegaskan lebih lanjut, apabila kita mudik, bisa saja kita menjadi orang tanpa gejala ( OTG ), kasihan keluarga atau suadara dikampung halaman yang rentan, seperti orang tua dan balita bisa tertular.

“Kepada saudara yang menerima keluarga dari daerah transmisi lokal, supaya melaporkan kepada pihak desa, dan bila ada gejala tolong jujurlah agar segera bisa diatasi dan tidak menularkan kepada orang lain lagi,” pungkasnya.

“Kalau bukan kita siapa lagi yang bisa memutuskan mata rantai penyebaran virus dengan cara tetap di rumah saja, bila keluar karena keperluan yang mendesak jangan lupa pakai masker dan kalau bisa selalu sedia hand sanitazer, pulang terlebih dahulu cuci tangan pakai sabun. Turuti himbauan pemerintah jangan mudik atau pulang ( balek) kampung,” pungkasnya.

(yk/mussin)

Komentar

Berita Sekadaucom