oleh

Peladang Tradisional Rentan Terjerat Hukum, Peraturan Daerah Mendesak Disahkan

SEKADAU — Ketua BAPEM – Rapetda DPRD Sekadau Subandrio, tidak memungkiri resiko terjerat hukum bagi peladang saat pembukaan lahan secara tradisional .Hal ini menjadi konsen komisi II untuk terus memperjuangkan raperda , guna membela dan melindungi petani tradisional di Sekadau.

“Komisi II sudah menerima masukan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, petani – petani tradisional, serta perangkat desa. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan merupakan tujuan kita, dan itu mutlak guna menjaga keseimbangan ekosistim hutan, disatu sisi petani tradisional harus dibela dan terlindungi ” katanya disela Rapat Pansus Pembentukan Rapaerda , pada Jum’at (26/6/2020)

Moment usulan inisiatif raperda oleh komisi II sendiri dikatakannya bertepatan memasuki musim tanam.

“Saat ini memasuki musim tanam, petani mulai membuka lahan jangan sampai terjerat hukum, inilah yang akan diatur dalam raperda nantinya, petani harus benar – benar terlindungi denga raperda, petani tradisional sudah turun temurun dan ini harus terlindungi ” tuturnya.

Menurutnya , lewat pengesahan perda nantinya diharapkan petani bisa membuka lahan dan leluasa bercocok tanam , pembakaran hutan dan lahan tidak ada alam terjaga , petani terbebas dari jerat hukum karena pembukaan lahan.(pb)

Komentar

Berita Sekadaucom