oleh

Aloysius Resmikan 4 Rumah Gizi di Belitang Hulu

SEKADAUCOM – Wakil Bupati Sekadau Aloysius didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sekadau Vixtima Heri Supriyanti menghadiri acara peresmian empat rumah gizi di Kecamatan Belitang Hulu, Kamis (10/9/2020).

Vixtima Heri Supriyanti menyampaikan rumah gizi ini dibangun untuk membentuk generasi muda yang sehat.

Gedung gizi ini adalah salah satu bentuk perhatian pemerintah kabupaten sekadau dibidang kesehatan melalui dinas kesehatan akan kualitas kesehatan generasi penerus di kabupaten sekadau.

“Mohon ibu-ibu untuk memperhatikan rumah gizi ini, bisa tanam dengan sayuran yang mungkin nanti bisa kita olah untuk makanan tambahan anak anak. jadi toloing dimanfaat halaman rumah ini agar asri dan memberikan manfaat,” ujarnya.

Sementara itu Camat Belitang Hulu Yohanes Dempek berharap kepada semua desa yang telah mendirikan rumah gizi, tingkat kesehatan gizi dapat meningkat.

“Terima kasih kepada bapak Bupati dan bapak Wakil BupatiSekadau yang terus memberikan dukungan dan perhatian untuk Kecamatan Belitang Hulu,” ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Sekadau Aloysius memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Dinas Kesehatan, karena telah membuat terobosan baru dalam penanganan Stunting, yakni salah satunya melalui pembangunan pos gizi.

“Ini merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh dinas kesehatan dalam rangka penanganan masalah Stunting di kabupaten sekadau,” ujar Aloysius saat menghadiri peresmian pos gizi di Desa Sebetung Kecamatan Belitang Hulu, kamis (10/9/2020).

Dikatakan Wakil Bupati, untuk tahap pertama membangun 25 posgizi yang tersebar di 7 kecamatan.

“Ada 25 post gizi yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Sekadau. Kedepan desa-desa yang menjadi tolak ukur mendapat rumah gizi akan kita bangun. kalau bisa setiap tahun rumah gizi akan kita bangun dalam rangka penurunan angka Stunting di kabupaten sekadau.” kata Aloysius.

Lanjut Aloysius, Hari ini secara simbolis kita menyerahkan 4 pos gizi di wilayah kecamatan belitang Hulu, yaitu desa balai sepuak, sebetung, terduk dampak dan mengaret. Hari sabtu 12 september kami akan meresmikan kembali dan menyerahkan 6 pos gizi untuk wilayah kecamatan belitang.

“Di nanga taman secara simbolis kita juga akan serahkan bersamaan dengan kecamatan sekadau hulu dan kecamatan nanga mahap,” ujarnya.

Wakil Bupati Aloysius berharap dengan telah dibangunnya post gizi ini kasus Stunting di kabupaten sekadau bisa ditangani lebih baik lagi.

Kita berharap kasus Stunting dan gizi buruk dapat ditangani atau paling tidak dicegah, target kita angka Stunting bisa turun dari 30,9 persen bisa 25 persen bahkan sampai zero, termasuk juga untuk angka kematian ibu dan anak menjadi perhatian kita bersama.

“Semua elemen masyarakat bisa terlibat untuk penurunan angka Stunting bisa bekerja sama dengan kades posyandu dan desa. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat saya yakin kasus ini dapat sama-sama kita atasi.” harap Wakil Bupati Sekadau.Pembangunan Pos gizi di Kabupaten sekadau bertujuan untuk upacaya percepatan penurunan stunting dengan melibatkan masyarakat melalui kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat.

Selain itu, dibantu oleh bidan desa dan dibina oleh puskesmas setempat, sehingga nantinya kedepan pos gizi ini bisa dilaksanakan sebagai proyek inovasi desa maupun proyek inovasi puskesmas.

Hal ini dikatakan Plt Kepala Dinas Kesehatan Henry Alpius saat menghadiri peresmian 4 pos gizi di Belitang Hulu, kamis (10/9/2020).

Lanjut Henry, kader nanti diberi pelatihan, Pos gizi dibangun dengan tujuan untuk peningkatan derajat gizi dan penurunan stunting berbasis masyarakat yang memiliki beberapa cakupan kegiatan diantaranya penimbangan anak bayi balita pendidikan kesehatan bagi kader posyandu dan pola asuh.

Menurutnya ini merupakan salah satu program yang dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten sekadau dalam rangka penurunan angka stunting di kabupaten sekadau adalah melalui pembangunan pos gizi.

Lebih jauh dikatakan Henry, rencana strategis dinas kesehatan, PP dan KB kabupaten sekadau meliputi penurunan angka stunting, penurunan angka kematian ibu dan bayi, peningkatan supelen epideomologi dan deteksi dini penyakit serta peningkatan penanggulangan luar biasa akibat wabah

Kemudian peningkatan cakupan imunisasi dan peningkatan managemen mutu bauk kualitas maupun kuantitas bagi tenaga kesehatan serta pengktan akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan lanjutan.

Dijelaskan Henry, stunting yang kita kenal anak yang bertubuh kerdil merupakan suatu indikasi kurangnya asupan gizi baik secara kuantitas maupun secara kualitas yang tidak terpenuhi sejak bayi bahkan sejak masa dalam kandungan.

Dampak dari pada anak stunting adalah pertumbuhan atau perkembangannya terhambat, penurunan fungsi otak dan penurunan kekebalan tubuh sehingga anak akan mudah sakit kemudiaan kalau sudah dewasa akan terjadi penyakit yang sufatnya generatif. Stunting merupakan masalah kesehatan yang dihadapi oleh bangsa indonesia.

Di indonesia hasil penelitian di bidang kesehatan bahwa 30,8 persen, anak indonesia masih stunting. Artinya apa, setiap 3 anak di indonesia pasti ada 1 diantaranya yang stunting.

Masih diambang batas yang disarankan WHO yaitu 20 persen. Untuk kalimantan barat balita stunting berkisar anatara 36 persen. Untuk kabupaten sekadau, tahun 2013 angka stunting di kabupaten sekadau 44 persen, kemudian tahun 2017, 39, 2 persen, tahun 2018, 32 persen, dan tahun 2019 30,9 persen, berati ada penuruan angka stunting di kabupaten sekadau.

Namun ini merupakan suatu tantangan bagi dinas kesehatan kabupaten sekadau, maka langkah strategis yang dilakukan oleh dinas kesehatan adalah perbaikan gizi bagi anak stunting.

Sementara, Kades Sebetung Ahmad Eka Setiawan mengaku dari tahun 2019 ada banyak perubahan di desa sebetung.

Misalnya di sungai tebelian, kata Kades, yang dulu belum punya gedung sekolah dasar sekarang sudah ada gedung sekolah dasar.

“Dulu desa sebetung masih desa tertinggal, sekarang mulai tahun 2019 naik peringkat menjadi desa berkembang.” terangnya.

Bukan hanya itu, kata Kades, dibidang kesehatan dan pembangunan lainnya sudah banyak masuk di desa sebetung.

“Misalnya pembangunan gereja. Tidak ada satu pun pembangunan rumah ibadah gereja yang tidak dibantu oleh pemerintah kabupaten sekadau,” ungkap Kades Sebetung Ahmad Eka Setiawan.

(ER/hms)

Komentar

Berita Sekadaucom