Faktor Ekonomi, Seorang Pria Mualaf di Putussibau beralih berjualan Tahu goreng Crispy

Cara Memasang Widget Newsletter di Blogger

Sekadaucom –  Gorengan Tahu Crispy memang jadi salah satu cemilan favorit dan populer di Indonesia, tekstur renyahnya bikin ketagihan.

Tak hanya itu, Tahu Crispy saat ini juga banyak inovasi gorengan kekinian yang lezat untuk disantap.

Salah Satunya tahu Crispy Cak79, yang berlokasi di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.

Foto Noto. 

Tahu Crispy Cak79 ini banyak varian rasanya, ada rasa original, balado, barbekyu, ayam bakar, sapi panggang, sambal balado, jagung manis, jagung bakar, keju manis, ada pula tambahan cabe bulat dan Saos sachet.

Selain itu, bahan tahu yang digunakan juga berkualitas, karena Cak79 selalu menyuguhkan tahu yang masih segar setiap harinya apalagi rasanya juga sangat enak, ditambah lagi rasanya tidak kecut alias tidak asam.

“Alhamdulillah, dari pertama kali buka hingga lima bulan terakhir ini, dagangan saya lumayan laris, dimana terus ada peningkatan atau tambahan bahan dasarnya yaitu Tahu,” ungkap pemilik Cak79, Noto Sujarwoto kepada BorneoTribun, Senin (24/1/2022). 

Tahu hasil buatan Noto. 

Lebih lanjut Noto menjelaskan, harga Tahu Crispy yang dijualnya tersebut terbilang cukup murah dan sangat terjangkau, yakni mulai dari porsi Rp5 ribu, porsi Rp8 ribu hingga porsi Rp10 ribu.

Sehari dia mampu menjual Tahu Crispy sekitar 100 porsi lebih. Bahkan pembeli sampai rela antri demi menikmati tahu crispy Cak79 yang gurih dan renyah tersebut.

Bagi yang berminat atau yang hobi kuliner tahu, silahkan datang untuk mencobanya apalagi tahu Crispy Cak79 ini adalah tahu yang merupakan cemilan kekinian.

Noto yang berusia 42 tahun itu menceritakan, sebelum berjualan tahu Crispy, dia adalah seorang Jurnalis daerah di Kapuas Hulu media online Uncak.com.

Pria yang yang tinggal di Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, yang berasal dari Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak itu, saat ini lebih memilih berdagang Tahu Crispy ketimbang tetap berprofesi sebagai seorang Jurnalis.

Setelah lima tahun berkecimpung sebagai jurnalis, Noto beralih sebagai penjual gorengan Tahu Crispy, alasannya faktor Ekonomi. Ditambah lagi, anak sulungnya sudah masuk kuliah.

“Bukannya saya tidak mencintai profesi saya sebelumnya yakni sebagai seorang Jurnalis, namun karena tuntutan ekonomi lah yang membuat saya beralih profesi menjadi penjual Tahu Crispy seperti saat ini apalagi anak sulung saya sudah masuk kuliah, tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar,” ungkap Noto.

Noto mengakui hasil jualannya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mulai dari membayar rumah kontrakan, pinjaman dan lain sebagainya.

Noto bersama pemilik tempat/lokasi Pak Akok. 

"Alhamdulillah, puji tuhan Bang, orang baik seperti Pak Edy Suhita yang sering dipanggil Akok ini rela menempatkan saya jualan di lokasinya tanpa sewa sepeserpun. Selain itu, saya juga berterimakasih kepada para pelanggan yang setia membeli dagangan saya selama ini," ucap pria Mualaf dari suku Dayak Ahe (Kanayatn) itu.

Ada Pun Tahu Crispy tersebut, dinamai Tahu Cak79, dimana "Cak" merupakan singkatan dari Uncak Kapuas. Sedangkan 79, merupakan tahun kelahirannya. Tahu Crispy Cak79 buka setiap hari, mulai pukul 16.00 WIB (Sore) sampai malam.(*)
LihatTutupKomentar