Candu Beralih Kebiasaan Merokok, Mengapa Tembakau Alternatif harus dikenalkan kepada Perokok Dewasa

Candu Deralih Kebiasaan Merokok, Mengapa Tembakau Alternatif harus dikenalkan kepada Perokok Dewasa
Ilustrasi. (Gambar Pexels)
Jakarta  - Orang dewasa perlu diberi pemahaman dalam memilih produk tembakau alternatif guna membantu mereka keluar dari candu dan beralih dari kebiasaan merokok.

Hal tersebut disampaikan Forum Evolving Treatment Methodologies in Addiction (ETMA), Rabu (24/8/2022).

Dalam salah satu diskusi bertema “Seberapa Efektif Harm Reduction Sebagai Bentuk Pengobatan?”, Sharifah Ezzat Wan Puteh dari Hospital Management and Health Economics Universiti Kebangsaan Malaysia mengatakan bahwa perokok dewasa akan terus merokok jika tidak ada produk alternatif.
 
Kondisi tersebut tergambarkan ketika Pemerintah Malaysia melarang beberapa varian rasa pada rokok elektrik dijual di pasaran beberapa waktu lalu.

Apalagi, Pemerintah Malaysia belum lama ini merencanakan regulasi yang mengatur tentang larangan merokok dan kepemilikan tembakau, termasuk rokok elektrik, bagi warganya yang lahir setelah tahun 2007.

"Ketika itu terjadi, pada akhirnya prevalensi merokok akan meningkat lagi. Ini akan menjadi kerugian bagi Malaysia jika rokok elektrik dengan rokok diatur lewat regulasi yang sama,” kata Sharifah dalam forum tersebut pada Rabu.

Dengan aturan tersebut, Sharifah menjelaskan, perokok dewasa tidak memiliki pilihan untuk berhenti merokok, seperti rokok elektrik dan produk tembakau alternatif lainnya yang terbukti mampu mengurangi risiko kesehatan. Sebab, penggunaan terapi pengganti nikotin tidak cukup efektif membantu perokok dewasa untuk menghentikan kebiasaannya.

“Kami memiliki makalah penelitian yang menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan terapi pengganti nikotin (untuk berhenti merokok) cukup suram. Beberapa tidak berhasil dengan terapi pengganti nikotin,” ujar Sharifah.

Dia mengatakan para peneliti telah berbicara langsung dengan pemerintah, serta mempresentasikan data ilmiah tentang produk tembakau alternatif. “Padahal, penelitian ini justru bermanfaat,” ujarnya.

Sharifah melanjutkan, Selandia Baru mengambil pendekatan yang berbeda dari Malaysia. Negara Kiwi menggunakan produk tembakau alternatif untuk mengurangi prevalensi merokok dan memperkuatnya dengan peraturan berbasis fakta.

Di Selandia Baru, pengaturan rokok yang dibakar berbeda dengan produk tembakau alternatif. Aturan tersebut menekankan bahwa produk ini tidak boleh diakses oleh mereka yang berusia di bawah 18 tahun ke atas dan bukan perokok.

“Ada ketentuan tentang batasan usia, itu berarti Anda tidak seharusnya memberikan akses terhadap anak-anak dan sebagainya. Namun Malaysia justru melarang total sehingga akan menciptakan permasalahan terhadap barang selundupan di pasar gelap sehingga harganya akan sangat murah dan mudah diakses,” ungkapnya.

Dalam sesi diskusi berbeda, Anggota Parlemen Victoria dan Ketua Partai Reason Fiona Patten menambahkan, Selandia Baru berada di jalur yang benar dalam mewujudkan program Bebas Rokok 2025 dengan mendukung keberadaan produk tembakau alternatif.

"Mereka (Selandia Baru) tidak ada rencana larangan rokok elektrik,” ujar Fiona.(*)
Tinggalkan Komentar anda Tentang Berita ini