Maulid Tradisional Di Belitang Hilir Berlangsung Semarak


Fhoto : Maulid Tradisional Di Masjid Nurul Hidayah Sungai Ayak 2, Desa Sepantak, Belitang Hilir (BorneoSekadau/Mus)

Sekadau, Kalbar - Panitia Hari Besar Islam (PHBI) melaksanakan Maulid Tradisional di Masjid Nurul Hidayah Sungai Ayak 2, Desa Sepantak, Kecamatan Belitang Hilir bersama Majelis Taklim Al-barzanji Maulid Tradisional (MTAMT) Kabupaten Sekadau, Sabtu (05/11/2022).

Shalawat yang dilantunkan para jamaah menggema yang bertujuan untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad sebagai tuntunan kehidupan umat Muslim di dunia ini.

Kegiatan dirangkai dengan silaturahmi seluruh jamaah MTAMT kabupaten Sekadau ke rumah anggota DPRD provinsi Muhammad Mangas.

Kepada Media, Ketua PHBI Belitang Hilir, Muhammad Mangas yang juga Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung kegiatan Maulid tradisional yang digelar MTAMT Sekadau ini. Menurutnya kegiatan ini sangat positif guna mempererat tali silaturahim.

“Kita tentu sangat menyambut baik kegiatan ini. Karena sangat positif. Selain itu juga sebagai ajang silaturahim umat Islam di Belitang Hilir secara khusus dan umat Islam di Sekadau pada umumnya,” Ujarnya.

Ia berharap, budaya Maulid Tradisional ini dapat terus dikembangkan dan dapat menyasar ke generasi muda sehingga ada regenerasi.

“Mudah-mudahan maulid tradisional ini terus berlanjut. Tidak sampai disini saja. Saya harap selama-lamanya tetap dilestarikan masyarakat khususnya umat Islam. Kita juga berharap kaula muda bisa bergabung agar ada regenerasi. Orang tua jadi penasehat atau guru dalam maulid tradisional dan yang muda yang melanjutkan,” Harapnya.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Pelaksana Maulid Tradisional Masjid Nurul Hidayah Desa Sepantak, M. Hasan mengatakan kita harus mempererat silaturahim dan persaudaraan demi menjaga persatuan dan kesatuan.

“Terus pererat silaturahim dan persaudaraan demi menjaga persatuan dan kesatuan. Semangat kebersamaan umat ini harus dipertahankan,” Pesannya.

Dirinya juga sangat mengapresiasi Maulid Tradisional yang digelar MTAMT Sekadau ini. Menurutnya ini adalah budaya yang muncul di tengah semangat umat yang tentunya harus dipertahankan.

“Ini adalah ajang untuk menambah kecintaan kita kepada Rasulullah serta bagian dari amal jariah kita dan menjadi ajang silaturahmi. Terimakasih atas dukungan pemerintah dengan maulid tradisional ini," Tandasnya mengakhiri.

Reporter : Mus
Tinggalkan Komentar anda Tentang Berita ini